TIGARAKSA – Pengusaha konveksi UMKM di Kabupaten Tangerang merasa Kecewa serta di abaikan dalam pengadaan seragam dinas OPD Pemkab Tangerang tahun anggaran 2026, menurut salah satu pelaku usah konveksi yang berdomisili dinTigaraksa . Mereka mendugaan keras: Ada permainan terstruktur oknum pejabat yang sengaja mematikan UMKM lokal demi ngasih proyek ke vendor luar daerah, Padahal Perpres No 46 Tahun 2025 sudah jelas mengatur Pemda harus prioritasin produk UMKM.
salah satu pengusaha Konveksi pelaku usaha Ubadilalh mengatakan, seperti ada tembok besar yang menghadang kami untuk masuk serta mendapatkan kegiatan dari OPD terkait pengadaan seragam, rabu 6 Mei 2026.
“Kami merasa ada tembok besar yang sengaja dibangun agar UMKM lokal tidak bisa masuk. Spesifikasi yang dibuat dalam dokumen lelang seringkali dianggap ‘mengunci’ satu merk atau vendor tertentu yang sudah memiliki kedekatan dengan oknum di OPD tertentu,” ujar ubay
ia juga menambahkan, Spesifikasi teknis pengadaan seragam d buat aneh-aneh, seperti dikunci biar cuma satu vendor luar yang bisa lolos.
UMKM lokal disingkirin dari awal. Pola permainan: pecah paket serta Penunjukan langsung tidak transparan, Vendor titipan aatu punya kedekatan langsung mendapatkan kegiatan tersebut,
“Penunjukan vendor serta pola sudah sistematis: Paket dipecah atau digabung se maunya biar nilainya pas sesuai keinginan. Metode Penunjukan Langsung (PL) dipake, bukan tender terbuka. Vendor luar daerah yang diduga “titipan” oknum OPD gampang menang kontrak”ucapnya
Masih menurut ubayz Selisih harga tersebut diduga menjadi celah bagi oknum OPD untuk mendapatkan keuntungan lebih atau ya kickback dari pemenang PL,. Artinya: Ada duit haram ngalir ke kantong oknum tiap proyek seragam. Harga di-mark-up, selisihnya dibagi
Terkait Hal demikian Ubay Meminta Bupati Tangerang segera turun tangan terkait OPD yang di duga bermain Pengadaan Seragam Dinas: Vendor Luar Menang, Konveksi Lokal Dipinggirkan















