Guncang Dunia Kuliner, 45.500 Warga Banjarnegara Siap Pecahkan Rekor MURI Minum Dawet Ayu Serentak

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dawet ayu adalah minuman tradisional khas dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang terkenal dengan perpaduan rasa manis gula aren, gurih santan, dan aroma pandan yang segar. Minuman ini berbahan dasar cendol tepung beras/tapioka berwarna hijau alami, gula jawa cair, santan, dan seringkali durian, disajikan dingin dengan es batu. (foto/doc)

Dawet ayu adalah minuman tradisional khas dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang terkenal dengan perpaduan rasa manis gula aren, gurih santan, dan aroma pandan yang segar. Minuman ini berbahan dasar cendol tepung beras/tapioka berwarna hijau alami, gula jawa cair, santan, dan seringkali durian, disajikan dingin dengan es batu. (foto/doc)

Dinamika.News,Banjarnegara – Kabupaten Banjarnegara bersiap menorehkan tinta emas dalam sejarah perayaan ulang tahun daerahnya.

Menyambut Hari Jadi ke-455, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan menggelar aksi kolosal bertajuk “Pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Buka Puasa Dawet Ayu Peserta Terbanyak” pada Kamis, 26 Februari 2026.

Sesuai dengan angka usia kabupaten, sebanyak 45.500 gelas Dawet Ayu khas Banjarnegara akan disajikan dan dinikmati secara bersama-sama oleh masyarakat. Momentum ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah gerakan budaya untuk mengangkat kuliner lokal ke level nasional.

Pj Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah penguatan identitas daerah. “Kami menggandeng seluruh pedagang dawet di Banjarnegara. Targetnya, melalui perayaan Hari Jadi ini, promosi Dawet Ayu sebagai potensi unggulan kita semakin masif dan mendunia,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Lapangan Padel Di Area Universitas Prasetya Mulya Diduga Menggunakan BBM Ilegal.
Dawet Ayu Banjarnegara merupakan sajian ikonik khas Banjarnegara yang wajib ada dalam acara besar, hajatan pernikahan, dan prosesi adat serta acara pemerintahan sebagai simbol kesegaran, keberkahan.(foto/istimewa)

Skema Hibrida di 20 KecamatanMengingat skala massa yang sangat besar, panitia menerapkan teknis pelaksanaan hibrida. Alun-Alun Banjarnegara akan menjadi pusat komando, sementara konsentrasi massa lainnya tersebar di 20 titik kecamatan di seluruh wilayah kabupaten.Untuk memastikan transparansi dan validitas hitungan tim MURI, teknologi live streaming akan digunakan untuk menghubungkan seluruh lokasi.

Baca Juga :  Keindahan Pasir Putih Pantai Wedi Ombo, Gunung Kidul

Setiap sudut kecamatan akan terpantau melalui layar lebar di pusat kota, menciptakan atmosfer kebersamaan meskipun terpisah jarak fisik.Menanti Maghrib dengan KhidmatAcara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.30 WIB.

Menjelang waktu berbuka, suasana akan diisi dengan siraman rohani dan tausiah singkat, mengubah momen menunggu azan Maghrib menjadi ajang silaturahmi yang religius dan penuh kehangatan.

Proyek ambisius ini merupakan hasil sinergi lintas sektoral yang dipelopori oleh Baperrida dan Disparbud Banjarnegara. Selain masyarakat umum, acara ini akan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta tokoh-tokoh penting daerah lainnya.

Dengan semangat gotong royong yang menjadi napas peringatan ke-455 ini, Banjarnegara optimistis dapat menyabet rekor dunia sekaligus mempersembahkan kebanggaan bagi warganya melalui segelas dawet ayu yang legendaris.(mf9)

Berita Terkait

Sejarah Kota Lama Semarang Dengan Tampilan Ikonik
PERINGATAN HARI BATIK NASIONAL 2026 — LENGKAP DENGAN PERAYAAN
Sejarah Lengkap Sam Poo Kong (Gedung Batu), Semarang
Tayang Perdana di MSB Cinema Bumiayu, Film Avengers: Endgame Encore Siap Diputar
SEDEKAH LAUT DESA KRAKAHAN TANJUNG BREBES 2026 BERLANGSUNG MERIAH, DIHADIRI KETUA DPD PAN TOBIDIN SARJUM SH MH
Benteng Pendem Cilacap: Sejarah, Misteri, dan Jejak Masa Lalu
Deretan Tokoh Kepahlawanan yang Mengukir Sejarah Pekalongan
Asal Usul Adipati Martoloyo, Sosok Pendiri dan Pelindung Tegal  

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:08 WIB

PERINGATAN HARI BATIK NASIONAL 2026 — LENGKAP DENGAN PERAYAAN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Sejarah Lengkap Sam Poo Kong (Gedung Batu), Semarang

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Tayang Perdana di MSB Cinema Bumiayu, Film Avengers: Endgame Encore Siap Diputar

Minggu, 20 September 2026 - 12:50 WIB

SEDEKAH LAUT DESA KRAKAHAN TANJUNG BREBES 2026 BERLANGSUNG MERIAH, DIHADIRI KETUA DPD PAN TOBIDIN SARJUM SH MH

Sabtu, 19 September 2026 - 05:57 WIB

Benteng Pendem Cilacap: Sejarah, Misteri, dan Jejak Masa Lalu

Berita Terbaru

Berita

Mario Aji Start ke-21 Pada Moto2 Jepang

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:39 WIB