Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar, Dinamikanews.net – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada 1 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB dengan aktivitas letusan terekam pada seismograf meski kolom abu tidak teramati secara visual.

“Rekaman seismik menunjukkan adanya aktivitas letusan, namun kondisi puncak yang tertutup awan membuat perkembangan kolom erupsi belum bisa terlihat dari pengamatan langsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi di Bukittinggi, Kamis (1/7).

Ia menyebut erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 19,5 milimeter dengan durasi gempa letusan sekitar 27 detik.

Ia menyatakan sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke bagian selatan Gunung Marapi, yakni wilayah Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

Baca Juga :  Kabupaten Tangerang Gencar Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

PGA Marapi mencatat erupsi tersebut merupakan kejadian erupsi ke-63 sepanjang 2026.

Ia mengatakan Gunung Marapi hingga saat ini masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek yang menjadi pusat erupsi.

“Masyarakat dan wisatawan diminta tetap memperhatikan ketentuan keselamatan yang berlaku di kawasan Gunung Marapi serta menghindari area sekitar pusat aktivitas vulkanik,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, jalur aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.

Baca Juga :  BRI BO Rangkasbitung Pererat Hubungan dengan Masyarakat Baduy Luar melalui Silaturahmi dan Sosialisasi Layanan Perbankan

Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut dari paparan abu vulkanik yang dapat memicu gangguan pernapasan, serta menggunakan pelindung mata dan kulit apabila terjadi hujan abu.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk mengamankan persediaan air bersih dan membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan.

Ia menegaskan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah daerah.

Berita Terkait

Apartemen Lapas Dibongkar, Tanahnya Tetap Milik Pemkab Bogor
Rabu Beres Bukan Sekedar Slogan, Tapi Jadi Forum Penyelesaian Masalah Warga, Bupati Brebes Minta OPD Bergerak Cepat
“Rantai Emas”, Sebuah Gagasan Yang Menjadi Wujud Komitmen untuk  Kontribusi nyata bagi Peternak Brebes
Pemkab Tangerang Pastikan Tidak Ada Penyegelan Rumah Ibadah GKPI Rajeg
Kebakaran di Joglo Jakbar, Warga Dengar Bunyi Ledakan Dari Usaha Mebel
Lahan Diserobot, Warga Laporkan Sentul City ke Polda Jabar
Gerak Cepat Polres Brebes Ungkap Kasus Narkotika di Bumiayu, Sita Sabu dan Barang Bukti Lainnya
KASUS FASILITAS MEWAH LAPAS CIBINONG MEMANAS  

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WIB

Apartemen Lapas Dibongkar, Tanahnya Tetap Milik Pemkab Bogor

Rabu, 30 September 2026 - 11:16 WIB

“Rantai Emas”, Sebuah Gagasan Yang Menjadi Wujud Komitmen untuk  Kontribusi nyata bagi Peternak Brebes

Rabu, 30 September 2026 - 10:22 WIB

Pemkab Tangerang Pastikan Tidak Ada Penyegelan Rumah Ibadah GKPI Rajeg

Selasa, 29 September 2026 - 18:33 WIB

Kebakaran di Joglo Jakbar, Warga Dengar Bunyi Ledakan Dari Usaha Mebel

Berita Terbaru