Sejarah Lengkap Sam Poo Kong (Gedung Batu), Semarang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Dinamikanews.net – Klenteng Sam Poo Kong didirikan berdasarkan asal muasal yang terkait dengan kedatangan seorang laksamana yang bernama Zheng He (Cheng Ho) atau sering juga disebut sebagai Sam Po Tay Djien ke daerah Semarang pada abad ke-15.

Laksamana Cheng Ho sendiri adalah seorang admiral terkenal dari Dinasti Ming di Tiongkok yang melakukan ekspedisi samudra ke berbagai wilayah di Asia.

Kisah asal muasal Klenteng Sam Poo Kong dimulai ketika armada Zheng He membawa kapalnya merapat ke Pantai Utara Semarang dan berlabuh di pantai Simongan, Kota Semarang.

* Asal Mula — Abad ke-15

– 1405–1416: Laksamana Cheng Ho (Zheng He), penjelajah Muslim dari Tiongkok Dinasti Ming, mendarat di pantai Simongan, Semarang. Saat itu kawasan ini masih berupa pesisir — laut Jawa menjangkau sampai ke sini .

– Alasan singgah: Juru mudi Wang Jing Hong jatuh sakit. Cheng Ho menggunakan sebuah gua batu sebagai tempat istirahat dan beribadah .

Baca Juga :  Menpar Hadiri Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN di ATF 2025

– Cheng Ho melanjutkan pelayarannya, tetapi Wang Jing Hong & sebagian awak tetap tinggal. Mereka menetap, menikah dengan warga lokal, dan mengembangkan pemukiman .

– 1417: Wang Jing Hong membuat patung Cheng Ho di dalam gua — ini adalah cikal bakal tempat pemujaan Sam Poo Kong .

– Nama: Sam Poo Kong = “Gua Tiga Harta” (dari nama asli Cheng Ho: Ma San Bao) .

* Runtuh & Dibangun Ulang

– 1704: Gua & bangunan asli runtuh tertimbun longsor .

– 1724: Dibangun kembali di lokasi sekarang, dengan gua buatan baru — dipadukan gaya arsitektur Cina & Jawa .

– 1879: Saudagar Wijisin membeli tanah kompleks ini, membebaskan dari pungutan biaya bagi pemuja.

Baca Juga :  Pantai Alam Randusanga Indah (PARIN), Keindahan Tersaji Bagi Pecinta Wisata Pantai Laut dan Kuliner Seafood   

– Masa kolonial Belanda: dikelola & dikembangkan; 2002–2005: pemugaran besar bertepatan peringatan 600 tahun kedatangan Cheng Ho .

* Simbol Akulturasi & Toleransi

– Bukan milik satu agama: dipakai umat Tri Dharma (Buddha, Tao, Konghucu), juga dihormati umat Islam .

– Cheng Ho sendiri adalah Muslim keturunan Hui, sehingga tempat ini melambangkan pertemuan budaya Tionghoa, Islam, dan Jawa.

– Kompleks seluas 3,2 hektare, terdiri dari 5 kelenteng utama .

– Lokasi: Jl. Simongan, Semarang Barat — sekarang jauh dari laut karena pengendapan lumpur sungai membuat garis pantai bergeser ke utara.

# Ringkasan

Tahun Peristiwa:

~1405–1416 Cheng Ho mendarat di Simongan

~1417 Wang Jing Hong pasang patung Cheng Ho

~1704 Gua & bangunan runtuh longsor

~1724 Dibangun ulang di lokasi sekarang

~1879 Dibeli Wijisin, bebas biaya pemujaan

~2002–2005 Pemugaran besar

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Cerita Sejarah Asal-Usul Cirebon, Berawal dari Permukiman Nelayan hingga Menjadi Pusat Kesultanan Islam
Sedekah Laut Kali Sebrogan Desa Pengaradan Brebes, Nelayan Panjatkan Syukur atas Hasil Tangkapan
Sedekah Laut TPI Blok Sebrogan Pengaradan Brebes, Lestarikan Tradisi Nelayan
Pringsewu Lampung, Berawal dari Kampung Margakaya hingga Menjadi Kabupaten
Sejarah Gedung Sate Bandung: Ikon Bersejarah Peninggalan Belanda yang Menjadi Simbol Jawa Barat
Cerita Gunung Merapi: Gunung Api yang Menyimpan Sejuta Kisah, dari Legenda hingga Sejarah Erupsi
Jejak Syekh Maulana Maghribi, Ulama Penyebar Islam yang Makamnya Dikenal di Berbagai Daerah Jawa
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 8 Oktober 2026: 17 Daerah Berpeluang Hujan Ringan, Warga Diminta Waspada

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Cerita Sejarah Asal-Usul Cirebon, Berawal dari Permukiman Nelayan hingga Menjadi Pusat Kesultanan Islam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Sedekah Laut Kali Sebrogan Desa Pengaradan Brebes, Nelayan Panjatkan Syukur atas Hasil Tangkapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Sedekah Laut TPI Blok Sebrogan Pengaradan Brebes, Lestarikan Tradisi Nelayan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pringsewu Lampung, Berawal dari Kampung Margakaya hingga Menjadi Kabupaten

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Sejarah Gedung Sate Bandung: Ikon Bersejarah Peninggalan Belanda yang Menjadi Simbol Jawa Barat

Berita Terbaru