Dodol Tenjo: Manisnya Warisan Rasa dari Perbatasan Bogor-Tangerang

Minggu, 25 Mei 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Ketika berbicara tentang oleh-oleh khas daerah, nama dodol Garut mungkin langsung terlintas di benak banyak orang. Namun, tak jauh dari hiruk pikuk ibu kota, di sebuah kecamatan bernama Tenjo yang berbatasan langsung antara Kabupaten Bogor dan Tangerang, tersimpan sebuah warisan kuliner manis yang tak kalah lezat: Dodol Tenjo. Dodol ini bukan hanya sekadar kudapan, melainkan cerminan kekayaan tradisi dan kesederhanaan rasa yang patut kita kenali.

Mengenal Dodol Tenjo: Lebih dari Sekadar Manisan

Dodol Tenjo, sama seperti dodol pada umumnya, adalah panganan legit berbahan dasar tepung beras ketan, gula merah, santan kelapa, dan kadang ditambahkan buah-buahan atau perasa alami lainnya. Proses pembuatannya yang panjang dan membutuhkan kesabaran adalah ciri khas yang membuatnya istimewa. Namun, Dodol Tenjo memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi rasa, tekstur, maupun sejarahnya di wilayah Tenjo.

Konon, dodol ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tenjo secara turun-temurun. Resepnya diwariskan dari generasi ke generasi, seringkali dengan sentuhan personal dari masing-masing keluarga yang menghasilkan variasi rasa yang kaya. Teksturnya kenyal namun lembut, dengan rasa manis yang pas dan aroma kelapa serta gula merah yang sangat menggoda. Beberapa produsen bahkan mengembangkan varian rasa seperti durian, nangka, atau wijen untuk menarik minat pasar yang lebih luas

Baca Juga :  Menerangi Laju Tukang Becak, Bantuan 100 Becak Listrik Hadir di Brebes"

Proses Pembuatan yang Menjaga Tradisi

Keistimewaan Dodol Tenjo tak lepas dari metode pembuatannya yang masih sangat tradisional. Bahan-bahan alami dicampur dan dimasak dalam wajan besar di atas tungku kayu bakar. Proses pengadukan memakan waktu berjam-jam, bisa mencapai 6 hingga 8 jam, bahkan lebih, hingga adonan mengental sempurna, berwarna cokelat pekat, dan tidak lengket.

Pengadukan manual ini membutuhkan tenaga ekstra dan ketelatenan, karena tidak boleh berhenti dan harus dilakukan secara konsisten agar dodol matang merata dan tidak gosong di bagian bawah. Inilah yang memberikan dodol tekstur kenyal yang khas dan memastikan kualitasnya terjaga. Setelah matang, adonan dodol ditiriskan dan didinginkan sebelum dipotong-potong dan dikemas.

Dodol Tenjo: Oleh-Oleh Khas yang Belum Banyak Diketahui

Meskipun memiliki cita rasa yang otentik dan proses pembuatan yang unik, Dodol Tenjo belum sepopuler dodol dari daerah lain. Hal ini mungkin karena wilayah Tenjo yang berada di perbatasan dan belum terkenal sebagai sentra wisata kuliner. Namun, bagi Anda yang mencari oleh-oleh khas yang berbeda dan ingin mendukung produk lokal, Dodol Tenjo adalah pilihan yang sangat tepat.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Rehab ruang Kelas SDN 3 Cicalengka Kecamatan Pagedangan tanpa papan informasi dan tanpa kelengkapan APD

Dodol ini sering dijual di toko oleh-oleh lokal, pasar tradisional, atau bahkan langsung dari rumah-rumah produksi di Tenjo dan sekitarnya. Kemasannya yang sederhana namun menarik membuat dodol ini cocok sebagai buah tangan untuk keluarga atau teman.

Pesona Rasa yang Mengajak Kembali ke Kesederhanaan

Mencicipi Dodol Tenjo tidak hanya memanjakan lidah dengan rasa manisnya, tetapi juga membawa kita kembali pada nilai-nilai kesederhanaan dan ketekunan yang tercermin dalam proses pembuatannya. Ini adalah bukti bahwa kekayaan kuliner Indonesia tak terbatas pada hidangan utama, tetapi juga pada camilan tradisional yang menyimpan cerita dan warisan budaya.

Jadi, jika suatu saat Anda melintasi wilayah Tenjo, baik dari arah Bogor maupun Tangerang, sempatkanlah untuk mencari dan mencicipi Dodol Tenjo. Rasakan manisnya warisan kuliner yang bertahan di tengah gempuran modernisasi, dan bawa pulang sepotong kelezatan yang akan mengingatkan Anda pada pesona daerah perbatasan ini.

 

Berita Terkait

Bertanding di Kandang Sendiri, Pesilat UNEJ Tunjukkan Mental Juara di Kejurnas IV
MU Vs Brighton: Kalah 1-2, The Red Devils Tersingkir dari Piala FA
Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari
Kurangnya Pengawasan: Diduga Penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Didunia Pendidikan 
Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Resmikan Halte Bus Sekolah Gratis
Dugaan Bisnis Seragam Terselubung di SMPN Se-Kabupaten Tangerang, GMPK Banten Desak Penindakan Tegas
Kemeriahan Safari Flavour Hunt, Vega Hotel Gading Serpong Sukses Sambut Tahun Baru 2026
Tidak Adanya Kejelasan Untuk Perkuliahan, Mahasiswa STIE Widya Manggalia Melakukan Demo Di Kampus 

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:43 WIB

Bertanding di Kandang Sendiri, Pesilat UNEJ Tunjukkan Mental Juara di Kejurnas IV

Senin, 12 Januari 2026 - 07:39 WIB

MU Vs Brighton: Kalah 1-2, The Red Devils Tersingkir dari Piala FA

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:52 WIB

Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:18 WIB

Kurangnya Pengawasan: Diduga Penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Didunia Pendidikan 

Senin, 5 Januari 2026 - 13:46 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Resmikan Halte Bus Sekolah Gratis

Berita Terbaru

Advetorial

MTQ ke-56 Resmi Ditutup, Tuan Rumah Raih Juara Umum

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:33 WIB