Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, dinamikanews.net – Operasional pondok pesantren milik AS (51), tersangka kasus pemerkosaan santriwati. Pemerintah juga menutup ponpes itu secara permanen. Kasus ini mengguncang dunia pesantren dan memicu kemarahan publik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menegaskan ponpes tersebut tidak boleh lagi menjalankan kegiatan pendidikan.

“Itu artinya pondok ini sudah tidak boleh lagi beroperasi, artinya ditutup permanen,” kata Ahmad Syaiku kepada wartawan, Jumat (8/4/2026).

Selanjutnya, Syaiku menegaskan Kementerian Agama tidak memberi toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak. Menurutnya, tindakan AS mencoreng nama pesantren yang selama ini menjadi tempat membentuk karakter dan akhlak.

Baca Juga :  Derasnya Dukungan Mengalir dari Berbagai Kalangan untuk Asrofi

“Kami mengajak semua ikut mengawal proses ini sampai mengawal sampai tuntas. Karena kami semua prihatin ini sungguh mencederai pesantren, dimana pesantren itu adalah sebagai wadah membentuk karakter,” kata dia.

Selain itu, Kemenag Kabupaten Pati langsung bergerak setelah kasus ini mencuat. Tim verifikasi turun ke lokasi pada 4 Mei 2026 untuk memeriksa kondisi ponpes. Setelah pemeriksaan selesai, Kemenag langsung mencabut izin operasional ponpes itu.

“Pertama pada 4 Mei 2026 kemarin Kemenag sudah melakukan verifikasi di lapangan. Kami memutuskan memberikan rekomendasi ponpes untuk mencabut perizinan dan 5 Mei 2026 kemarin alhamdulillah izin operasional ponpes sudah dinyatakan dicabut,” ungkap dia.

Baca Juga :  Sambut HUT BRI ke-130, BRI BO BSD Gelar Brilian Sportartcular Kategori Badminton

Di sisi lain, Kemenag juga memastikan nasib para santri tetap aman. Syaiku menyebut ponpes itu memiliki 252 santri. Mereka berasal dari jenjang RA, MI, SMP, hingga MA.

Pemerintah kini menyiapkan langkah lanjutan untuk memindahkan dan mendampingi para santri. Langkah itu penting agar anak-anak tidak ikut tenggelam dalam pusaran kasus yang menyeret nama pesantren ke ruang gelap penuh luka.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan agama. Pesantren harus menjadi tempat aman untuk belajar dan tumbuh.

Berita Terkait

Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China
Menkes: Ada Tiga Strategi Untuk Sukseskan Program Imunisasi Nasional
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid : Sensus Ekonomi 2026 Optimis Menghasilkan Data Berkualitas 
Gaya Hidup Sehat, Mulai dari Sekarang..!!
Bupati Tangerang Minta Jurusita Pajak Daerah Berintegritas, Humanis, Persuasif dan Profesional
Listrik Jawa Berangsur Normal, PLN Pastikan Keandalan Sistem Makin Kuat
Gerbang Tol Jakarta -Tangerang KM 25 akan Segera Beroperasi
Pabrik Sandal di Batu Ceper Kota Tangerang Ludes Terbakar

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:27 WIB

Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:47 WIB

Menkes: Ada Tiga Strategi Untuk Sukseskan Program Imunisasi Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:58 WIB

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid : Sensus Ekonomi 2026 Optimis Menghasilkan Data Berkualitas 

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:55 WIB

Gaya Hidup Sehat, Mulai dari Sekarang..!!

Senin, 22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Listrik Jawa Berangsur Normal, PLN Pastikan Keandalan Sistem Makin Kuat

Berita Terbaru

Olahraga

Dua Gol Kylian Mbappe Antar Prancis Tundukkan Irak 3-0

Selasa, 23 Jun 2026 - 12:14 WIB

Berita

Gaya Hidup Sehat, Mulai dari Sekarang..!!

Selasa, 23 Jun 2026 - 07:55 WIB