Siswa SD Brebes Dikeroyok Rekan Sekelas Saat Guru Meninggalkan Kelas, Luka Fisik dan Trauma

Jumat, 17 April 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Sebuah kasus perundungan (bullying) kembali mencoreng dunia pendidikan di Jawa Tengah. Kali ini, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, menjadi korban penganiayaan oleh teman-teman satu kelasnya.

Insiden yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) lalu itu tidak hanya meninggalkan luka fisik berupa memar, tetapi juga trauma mendalam bagi korban.

*Kronologi Kejadian

Korban, yang berinisial A (kelas 6), dihajar oleh enam orang temannya di dalam ruang kelas. Aksi kekerasan ini terjadi saat kondisi kelas sedang kosong dan guru sedang tidak berada di tempat.

Kepala SDN Kubangjati 3, Azzi Machwati, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (17/4/2026). Menurutnya, dalang di balik peristiwa ini adalah seorang siswa berinisial D, yang merupakan siswa pindahan dari Jakarta sejak kelas 4.

“Jadi D ini memaksa rekan-rekannya sebanyak lima orang untuk membully A di dalam kelas. Setelah guru keluar, D menutup pintu kelas dan melakukan kekerasan terhadap korban,” jelas Azzi.

Baca Juga :  Satlantas Polres Kendal Gelar Ramcheck, Edukasi dan Tertibkan Pengguna Jalan

Lebih jauh dijelaskan, kelima teman lainnya yang ikut terlibat sebenarnya dipaksa dan diancam. Jika menolak, mereka mengaku akan dipukul oleh D.

*Motif dan Latar Belakang

Ternyata, kejadian yang menimpa A bukanlah yang pertama kali. Azzi mengaku sudah menangani kasus serupa yang melibatkan pelaku yang sama lebih dari tiga kali. Bahkan, jika dihitung dengan korban lain, sudah ada lima kasus yang pernah terjadi.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap motif pelaku melakukan perundungan karena A sering menolak ajakan D.

“Alasannya karena A sering tidak mau diajak main sama D. Pada bulan puasa lalu, A sering diajak ke rumah D tapi tidak mau, alasannya karena mainnya seharian sehingga tidak sempat shalat Dzuhur dan Ashar. A juga sering diajak ‘mokel’ atau membatalkan puasa tapi tidak mau,” beber Azzi.

Kepala sekolah juga menuturkan bahwa perilaku D diduga dilatarbelakangi oleh kondisi keluarga yang kurang menguntungkan dan kurangnya perhatian dari orang tua. D tinggal bersama neneknya, ibunya bekerja sebagai TKI, dan ayahnya telah meninggal dunia.

Baca Juga :  BRI Bintaro Gelar Olahraga Padel Bersama Komunitas Padel Gastro untuk Perkuat Sinergi

“Selama di rumah, D sering ditinggal nenek berjualan, jadi kurang kasih sayang dan perhatian,” tambahnya.

*Kondisi Korban dan Tindak Lanjut

Akibat perlakuan tersebut, A mengalami luka fisik dan trauma psikis. Beberapa hari setelah kejadian, A sempat tidak masuk sekolah karena demam.

“Sekarang sudah mau sekolah, tapi masih trauma. Kalau mau masuk kelas harus menunggu gurunya masuk duluan, karena takut ditinggal sendirian di kelas,” ujar Azzi.  Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes, Eni Listiana, menegaskan pihaknya sudah turun tangan menangani kasus ini.

Tim DP3KB telah mendatangi keluarga korban untuk memberikan pendampingan dan penguatan mental, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Kami sudah ke lokasi untuk menangani kasus ini. Meskipun masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kami tetap memantau, jangan sampai korban mengalami hal serupa. Ada tim PPA yang terus mengawasi,” pungkas Eni.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Dua Individu Bunga Rafflesia Mekar di Hutan Palupuh Agam
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen
DLH Kota Tangerang Gelar Sidak ke CV Wani Sugih Sejahtera, Klarifikasi Aduan Limbah B3
Perkuat Sinergi Lintas Negara, Rutan Batam Terima Kunjungan Kerja Delegasi Penjara Malaysia
Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak
Buronan Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri
Kasus Kiai Cabul di Pati Kronologi, Modus, dan Fakta Mengejutkan di Balik Puluhan Korban.

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:27 WIB

Dua Individu Bunga Rafflesia Mekar di Hutan Palupuh Agam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:38 WIB

Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:18 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Negara, Rutan Batam Terima Kunjungan Kerja Delegasi Penjara Malaysia

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:32 WIB

Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak

Berita Terbaru