Kearifan Lokal Tetaplah Dijaga, Jadikan Bagian dari Kehidupan Masyarakat Yang Sesungguhnya

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net– Kampung Budaya Jalawastu Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menghidupkan tradisi leluhur melalui pelaksanaan Upacara Adat Ngasa pada Selasa (24/3/2026) pagi. Acara yang dihadiri sekitar 100 orang warga kampung adat ini menjadi momen penting untuk merayakan identitas budaya sekaligus memperkuat komitmen melestarikan warisan turun temurun.

Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., membuka acara dengan sapaan hangat kepada para sesepuh, tokoh adat, perangkat desa, Camat Ketanggungan beserta forkompincam, tamu undangan, dan khususnya warga Dukuh Jalawastu yang disebutnya sebagai kelompok yang membuatnya bangga. “Kita bisa berkumpul dalam momen yang penuh kebermaknaan ini,” ucapnya dengan penuh semangat.

Bupati menekankan bahwa Upacara Adat Ngasa bukan sekadar tradisi rutin, melainkan warisan budaya dengan nilai tak ternilai. “Tradisi ini mengajarkan tiga hal esensial: rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam, serta mempererat tali persaudaraan antar warga. Nilai-nilai mulia seperti ini harus kita jaga dan lestarikan agar tidak sirna seiring waktu,” jelasnya.

Baca Juga :  KCP Malingping Dorong Growth Mindset Pegawai demi Pelayanan Terbaik kepada Nasabah

Ia juga mengungkapkan apresiasi mendalam kepada masyarakat Dukuh Jalawastu yang konsisten menjaga tradisi ini. “Hal ini membuktikan bahwa kearifan lokal kita masih hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, tradisi ini juga berperan sebagai daya tarik budaya yang memperkenalkan kekayaan khas Brebes kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Bupati Paramitha menyampaikan bahwa Dukuh Jalawastu telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), berkat keunikan tradisi, budaya, dan ritual adat Ngasa yang tetap dijaga dengan baik hingga saat ini. Ia berkomitmen untuk menjaga tradisi Ngasa, meningkatkan infrastruktur jalan menuju kampung adat, serta merencanakan perbaikan perumahan agar seragam dan mengembangkan homestay sebagai objek wisata baru yang menarik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., menyatakan bahwa acara tersebut merupakan salah satu rangkaian Brebes Festival. “Dalam kalender kegiatan kami, bulan Maret menyelenggarakan dua acara Ngasa: yang pertama di Jalawastu dan yang kedua di Gandoang Kecamatan Salem,” katanya.

Baca Juga :  BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah, Jadi 100 Orang

“Alhamdulillah, rangkaian acara Ngasa di Jalawastu berjalan lancar. Dihadiri dalam dua hari berturut-turut, acara kemarin lebih fokus pada hiburan, sedangkan hari ini adalah acara inti berupa upacara Ngasa,” ujar Adi.

Menurutnya, ini adalah momentum penting untuk meningkatkan dan melestarikan budaya lokal di kampung adat Jalawastu. “Masyarakat sangat antusias dan berharap dengan kepemimpinan Bupati Paramitha, kampung Jalawastu bisa terus dikembangkan, dijaga, dan menjadi sektor ekonomi baru bagi warga setempat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Dr. Tahroni, M.Pd.; Ketua Tim Penggerak TP PKK sekaligus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Brebes Ahmad Saeful Ansori; Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Brebes Subandi, S.E., M.Si.; Camat Ketanggungan Nurudin, S.H.; Danramil 15 Ketanggungan Kapten Inf Sutarno; Dosen Universitas Unisula Dr. Moh. Ovi, M.Hum.; Kepala Desa Ciseureuh Darsono; serta Pemangku Adat Kampung Budaya Jalawastu Kaliwon Surya Atmaja, Juru Kuncen Taryuki beserta seluruh warga kampung adat.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Sakub Kaligua Festival 2026 Meriah, Brebes Angkat Potensi Wisata, Budaya, dan Peternakan Lokal
BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan
Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km
Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik
Cerita Sejarah Asal-Usul Cirebon, Berawal dari Permukiman Nelayan hingga Menjadi Pusat Kesultanan Islam
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT
Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Sakub Kaligua Festival 2026 Meriah, Brebes Angkat Potensi Wisata, Budaya, dan Peternakan Lokal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:18 WIB

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Cerita Sejarah Asal-Usul Cirebon, Berawal dari Permukiman Nelayan hingga Menjadi Pusat Kesultanan Islam

Berita Terbaru

Berita

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:18 WIB