BREBES, Dinamikanews.net – Penuh tawa riang dan keceriaan mewarnai setiap sudut Pantai Randusanga Indah (PARIN) pada hari keempat,Selasa,24 Maret 2026. Para pengunjung dari berbagai kalangan tumpah ruah merayakan liburan pasca lebaran sembari menikmati alunan musik dari pagelaran seni tradisional Sintren yang menari dengan penuh keanggunan.
Banyak yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, dari mulai berenang di pantai, sajian kuliner atau keliling laut dengan perahu sewaan yang sudah tersedia. Lebih dari 2.000 pengunjung memadati area pantai, menjadikan PARIN magnet utama liburan lebaran tahun ini.
Destinasi wisata bahari yang terletak strategis di pesisir Brebes ini tak hanya menawarkan keindahan panorama laut tetapi juga hamparan area bermain pasir yang luas dan aman bagi anak-anak di sepanjang bibir pantai. Deretan pedagang kuliner lokal juga siap memanjakan lidah dengan cita rasa otentik khas daerah. Obyek wisata PARIN membuktikan diri sebagai primadona liburan Lebaran dan membuat para pengunjung enggan untuk beranjak pulang.
Karyadi, Ketua Panitia Event Pekan Libur Lebaran, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas antusiasme pengunjung begitu luar biasa. Ia menjelaskan bahwa, dengan tiket masuk yang terjangkau serta akses jalan yang mudah dijangkau dari berbagai arah, menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin menikmati liburan menyenangkan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, di hari keempat ini kami menyaksikan peningkatan pengunjung yang sangat signifikan, dengan kurang lebih dua ribuan orang membanjiri pantai kami. Ini bukan hanya angka, melainkan cerminan nyata bahwa Pantai Randusanga Indah masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menciptakan kenangan indah bersama keluarga,” ungkapnya.
Suasana PARIN hari ini juga sejuk, panas tidak terik, ini membawa energi positif yang menenangkan pikiran. Anak-anak tampak berlarian riang di bibir pantai, mengejar ombak kecil yang datang dan pergi sambil berkreasi, sibuk dengan berbagai permainan.
Di sisi lain para orang tua lebih memilih untuk bersantai di bawah rindangnya barisan pohon cemara sembari menikmati hembusan angin laut yang sejuk dan menenangkan jiwa. Banyak juga para pengunjung mencicipi aneka jajanan khas daerah yang tersaji di sekitar area pantai. Aroma gurih ikan bakar, manisnya es kelapa muda, dan berbagai kudapan lain berpadu harmonis dengan suara ombak, menciptakan simfoni kebahagiaan yang sempurna.
Untuk menambah semarak suasana panitia penyelenggara juga menampilkan serangkaian hiburan gratis yang bisa dinikmati semua kalangan, ada Dangdut Organ, Debus dan Sulap, Barongsai, Kuda Lumping.
Dan hari ini salah satu yang paling dinanti adalah pertunjukan tari Sintren khas Jawa, sebuah tarian tradisional yang memukau penonton dengan gerakan anggun, busana yang indah, dan aura misterius yang kental. Tak hanya itu, Karyadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meramaikan Pantai Randusanga Indah di hari-hari berikutnya masih banyak sajian hiburan lainnya.
Event Pekan Hiburan Lebaran Idulfitri ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari penuh, membentang mulai dari awal Lebaran hingga dua minggu setelahnya, menawarkan beragam kegiatan dan hiburan yang berbeda setiap harinya. Seluruh rangkaian acara ini dikelola secara profesional dan penuh dedikasi oleh para pemuda Randusanga Kulon, yang diketuai oleh Bung Karyadi.
Ini adalah bukti nyata dari semangat gotong royong dan kreativitas luar biasa dari generasi muda setempat. Inisiatif para pemuda lokal ini tidak hanya menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pariwisata daerah, tetapi juga secara langsung membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Mulai dari pedagang makanan kecil, penyedia jasa penyewaan tikar, hingga pengelola wahana permainan, semua merasakan dampak positif dari keramaian ini, menggerakkan roda perekonomian lokal. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bahwa dengan semangat kebersamaan, potensi wisata lokal dapat digali dan dikembangkan secara optimal, memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
(D. Miranoor)
















