Proyek Paving Blok di Pulau Cangkir Tanpa Papan Informasi, Status Lahan Dipertanyakan

Rabu, 3 September 2025 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Dinamikanews.net- Proyek paving blok jalan lingkungan kawasan wisata religi Pulau Cangkir, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, disinyalir luput dari pengawasan. Hingga kini, tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diatur dalam aturan keterbukaan publik, Selasa (02/09/2025).

Ketiadaan papan informasi ini memunculkan dugaan adanya praktik tidak transparan yang berpotensi merugikan masyarakat. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), setiap proyek pemerintah wajib menyertakan informasi agar publik mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, hingga pihak pelaksana.

Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi awak media mengaku tidak mengetahui soal papan informasi tersebut.

Baca Juga :  Asrofi: Prioritaskan Aspirasi Brebes Selatan

“Iyah bang, engga ada. Mungkin dipasang besok, sama Pak Zen,” ucapnya, Minggu (31/08/2025).

Menariknya, sebelumnya Camat Kronjo, H. Mumu Mukhlis, S.STP., M.Si., telah menegaskan bahwa lahan Pulau Cangkir merupakan aset milik PT Pertani, bukan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang. Hal ini justru menimbulkan tanda tanya besar: jika lahan bukan milik Pemkab, mengapa terdapat kegiatan pengerjaan proyek paving blok di kawasan tersebut?

Ketua Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Tangerang Raya, Agus M. Romdoni, menilai hal ini menunjukkan lemahnya transparansi sekaligus pengawasan pemerintah.

Baca Juga :  Pelantikan Serentak Pantarlih di Brebes, Langkah Awal Menuju Pilkada 2024

“Setiap kegiatan fisik yang menggunakan uang negara wajib transparan. Kalau tidak ada papan informasi, publik bisa menilai ada yang ditutupi. Terlebih, jika lahan disebut milik PT Pertani, perlu dipertanyakan dasar hukum dan koordinasi proyek ini. Jangan sampai kegiatan semacam ini hanya jadi bancakan dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Agus mendesak pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan resmi terkait proyek ini serta meningkatkan pengawasan agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi.

 

Red | KJK

Berita Terkait

Ulah Ketua Karang Taruna Keuangan Tidak Transparan, Warga Kemurang Wetan Timbul Amarah 
KWRI Dikecewakan Kemenag Kabupaten Tangerang
KWRI Dikecewakan, Kemenag Kabupaten Tangerang Absen Total Saat Jadwal Audiensi
Dalam Rangka HUT Persit Ke-80 Yonkav 9/SDK Menggelar Acara Donor Darah Bersama Masyarakat Yang Mengusung Tema Kekeluargaan
Kementerian PU Tangani Kerusakan Akibat Banjir Lahar Semeru
Ciptakan Dari Yang Terbuang Menjadi Manfaat Untuk Kehidupan, Program Penguraian Sampah
Posyandu Turut Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Dasar Dalam Masyarakat
Hadiri HPSN, Sekda Soma Tandaskan Pentingnya Komitmen Bersama Dan Aksi Nyata Penanganan Sampah

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:52 WIB

Ulah Ketua Karang Taruna Keuangan Tidak Transparan, Warga Kemurang Wetan Timbul Amarah 

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:30 WIB

KWRI Dikecewakan Kemenag Kabupaten Tangerang

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:29 WIB

KWRI Dikecewakan, Kemenag Kabupaten Tangerang Absen Total Saat Jadwal Audiensi

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:59 WIB

Dalam Rangka HUT Persit Ke-80 Yonkav 9/SDK Menggelar Acara Donor Darah Bersama Masyarakat Yang Mengusung Tema Kekeluargaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:09 WIB

Kementerian PU Tangani Kerusakan Akibat Banjir Lahar Semeru

Berita Terbaru

Olahraga

Target Tinggi Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026

Rabu, 4 Feb 2026 - 19:25 WIB

Berita

KWRI Dikecewakan Kemenag Kabupaten Tangerang

Rabu, 4 Feb 2026 - 15:30 WIB