Pembagian Beras Pangan di Desa Randusari Diduga Dimintai Iuran Rp10 Ribu, Warga Pertanyakan Penggunaannya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net — Pembagian bantuan beras pangan kepada masyarakat di Desa Randusari, kecamatan Losari, kabupaten Brebes kini menjadi perhatian warga. Dalam penyaluran bantuan tersebut, warga penerima manfaat disebut dimintai iuran sebesar Rp10 ribu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penerima bantuan beras pangan tersebut mencapai kurang lebih 900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sejumlah warga mempertanyakan adanya pungutan tersebut. Mereka menyebut, iuran Rp10 ribu disampaikan dengan alasan untuk kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI).

Namun, warga mengaku belum menerima penjelasan secara jelas mengenai mekanisme iuran tersebut maupun bukti bahwa dana yang dikumpulkan telah disetorkan kepada PMI.

Baca Juga :  Runtuhnya Atap Sebuah SD Negeri di Tangerang

Persoalan lain yang turut dipertanyakan warga adalah terkait premi atau bentuk layanan PMI. Warga berharap ada kejelasan mengenai penggunaan dana yang dikumpulkan dari para penerima bantuan.

“Katanya untuk PMI, kami diminta Rp10 ribu. Tapi kami belum tahu secara jelas uang itu untuk apa dan bagaimana pertanggungjawabannya,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Jika jumlah penerima sekitar 900 KPM dan masing-masing dimintai Rp10 ribu, maka total dana yang terkumpul secara matematis dapat mencapai sekitar Rp9 juta, apabila seluruh penerima membayar iuran tersebut.

Baca Juga :  H. Dede Ajak Warga Binong Ramaikan Tarhib Ramadan 1447 H dan Santunan 680 Anak Yatim

Warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penarikan iuran, siapa yang mengelola dana, serta kepada siapa dana tersebut disetorkan.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan pungutan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari Pemerintah Desa Randusari dan PMI agar persoalan dapat diketahui secara utuh dan berimbang.

Masyarakat juga diimbau tidak langsung menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum terdapat penjelasan dan bukti dari pihak-pihak terkait.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Keunikan Pembangunan Jembatan Loji Pekalongan di Era Kolonial Belanda, Terbuat dari Semen dan Tepung Kanji
Setelah Menunggu Sekian Lama, Akhirnya Jenazah Rahmat Dani Korban KMP Virgo Asal Brebes Ditemukan
Satlantas Polres Brebes Fokus Tilang ETLE dan Manual, Pelanggaran Yang Menyolok Jadi Sasaran
Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus
Kementerian PU Percepat Pemulihan 1.024 Infrastruktur di NTT
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Pelantikan Dialog Kebudayaan KMB UMJ: Dobrak Stagnasi Regenerasi, Siapkan Pemuda Betawi Ambil Peran Strategis Nasional

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Pembagian Beras Pangan di Desa Randusari Diduga Dimintai Iuran Rp10 Ribu, Warga Pertanyakan Penggunaannya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Keunikan Pembangunan Jembatan Loji Pekalongan di Era Kolonial Belanda, Terbuat dari Semen dan Tepung Kanji

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Setelah Menunggu Sekian Lama, Akhirnya Jenazah Rahmat Dani Korban KMP Virgo Asal Brebes Ditemukan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Satlantas Polres Brebes Fokus Tilang ETLE dan Manual, Pelanggaran Yang Menyolok Jadi Sasaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus

Berita Terbaru

Berita

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:20 WIB