Keunikan Pembangunan Jembatan Loji Pekalongan di Era Kolonial Belanda, Terbuat dari Semen dan Tepung Kanji

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan, Dinamikanews.net – Sejarah Jembatan Loji Pekalongan, Jejak Kolonial yang Masih Bertahan

Jembatan Loji Pekalongan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang masih dikenali sebagai ikon heritage Kota Pekalongan. Jembatan ini membentang di atas Kali Loji atau Kali Kupang dan berada di kawasan yang kini dikenal sebagai koridor Jetayu–Sultan Agung.

Pekalongan Kota +1

Dibangun pada Masa Kolonial

Sejumlah sumber sejarah lokal menyebut Jembatan Loji telah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Tahun pembangunannya memiliki beberapa versi. Kajian akademik mengenai struktur jembatan menyebut tahun 1880, sedangkan sumber lokal lainnya memperkirakan pembangunan sekitar 1908. Karena adanya perbedaan sumber, jembatan ini lebih aman disebut sebagai peninggalan akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Trans Pekalongan +1

Pada masa kolonial, keberadaan jembatan memiliki peran penting karena menjadi bagian dari jalur penghubung kawasan pesisir dengan wilayah pedalaman Pekalongan. Jembatan tersebut juga menghubungkan kawasan pemerintahan dengan kawasan perdagangan, termasuk pasar, kawasan Pecinan dan Kampung Arab.

Baca Juga :  Perempat Final Liga Champions, Real Madrid Ditahan Imbang Man City 3-3

Mechtadeera +1

Kisah Campuran Semen dan Tepung Kanji

Salah satu cerita yang melekat pada sejarah pembangunan Jembatan Loji adalah kisah penggunaan tepung kanji atau pati dalam proses pengecoran pondasi.

Menurut cerita masyarakat yang dihimpun dalam sumber sejarah lokal, insinyur Belanda sempat kesulitan karena adonan semen untuk pondasi terbawa arus Kali Loji. Seorang pekerja lokal kemudian mengusulkan agar campuran tersebut diberi tepung kanji. Cerita itu menyebut kanji membantu membuat semen tetap melekat pada bagian konstruksi meskipun terkena aliran air.

Trans Pekalongan

Kisah tersebut menjadi bagian dari cerita turun-temurun mengenai keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan jembatan.

Menjadi Penghubung Ekonomi Pekalongan

Jembatan Loji bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga berperan dalam perkembangan aktivitas ekonomi Kota Pekalongan. Kajian mengenai jembatan ini menyebut bahwa sejak awal keberadaannya, Jembatan Loji menjadi bagian penting dari jalur Pantura dan jalur perekonomian.

Baca Juga :  Warga Korban Tanah Bergerak Terima Bangub, Bupati Mitha: Gunakan Bantuan Sebaik Mungkin

Prosiding Stekom

Setelah Indonesia merdeka, jembatan tetap dipertahankan dan digunakan sebagai penghubung kawasan pesisir dengan wilayah lainnya.

Tetap Dipertahankan sebagai Cagar Budaya

Usia yang telah lebih dari satu abad membuat Jembatan Loji memiliki nilai penting sebagai warisan arsitektur dan sejarah Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan terus melakukan upaya perlindungan terhadap bangunan tersebut.

Pada Juni 2026, Pemkot Pekalongan melalui DPUPR kembali memasang portal pembatas di Jembatan Lodji Lama. Pembatas tersebut bertujuan mencegah kendaraan besar melintas dan menjaga konstruksi jembatan bersejarah tersebut.

Pekalongan Kota

Jembatan Loji pada akhirnya bukan sekadar penghubung dua sisi sungai. Ia menjadi saksi perjalanan Pekalongan dari masa kolonial, perkembangan perdagangan kota, hingga kehidupan masyarakat modern. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa perkembangan sebuah kota juga tersimpan pada jembatan-jembatan tua yang masih bertahan hingga sekarang.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Setelah Menunggu Sekian Lama, Akhirnya Jenazah Rahmat Dani Korban KMP Virgo Asal Brebes Ditemukan
Satlantas Polres Brebes Fokus Tilang ETLE dan Manual, Pelanggaran Yang Menyolok Jadi Sasaran
Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus
Kementerian PU Percepat Pemulihan 1.024 Infrastruktur di NTT
Sejarah Tugu Sirandu Pemalang, Landmark Bersejarah di Pusat Kota
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Pelantikan Dialog Kebudayaan KMB UMJ: Dobrak Stagnasi Regenerasi, Siapkan Pemuda Betawi Ambil Peran Strategis Nasional

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Keunikan Pembangunan Jembatan Loji Pekalongan di Era Kolonial Belanda, Terbuat dari Semen dan Tepung Kanji

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Setelah Menunggu Sekian Lama, Akhirnya Jenazah Rahmat Dani Korban KMP Virgo Asal Brebes Ditemukan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Satlantas Polres Brebes Fokus Tilang ETLE dan Manual, Pelanggaran Yang Menyolok Jadi Sasaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kementerian PU Percepat Pemulihan 1.024 Infrastruktur di NTT

Berita Terbaru

Berita

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:20 WIB