BREBES, Dinamikanews.net – Krisis air bersih di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian seiring puncak musim kemarau yang berlangsung hingga awal Oktober 2026. Permintaan bantuan air bersih dari sejumlah wilayah terdampak kekeringan juga terus meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes masih rutin melakukan distribusi atau dropping air bersih ke desa-desa yang mengalami kekurangan pasokan air.
Staf Bidang Kedaruratan BPBD Brebes, Rismanto, mengatakan distribusi air bersih masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan catatan BPBD hingga 4 Oktober 2026, sekitar 49.518 jiwa telah mendapatkan layanan distribusi air bersih.
BPBD Salurkan Sekitar 30 Ribu Liter Air per Hari
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Brebes mengoperasikan dua armada tangki air yang melayani wilayah utara dan tengah.
Setiap hari, masing-masing wilayah mendapatkan sekitar tiga kali ritase. Total distribusi air bersih mencapai sekitar 30 ribu liter per hari.
Meski sumber air untuk dropping masih tersedia, BPBD menyebut debit pasokan mulai mengalami penurunan. Pengambilan air dari pasokan PDAM juga dibatasi untuk menjaga ketersediaan air.
Musim Hujan Diperkirakan Baru Datang November
Kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan BPBD Brebes, awal musim penghujan diperkirakan baru memasuki dasarian ketiga November 2026.
Artinya, kebutuhan bantuan air bersih masyarakat berpotensi masih berlangsung sekitar satu setengah bulan ke depan.
Sementara itu, kondisi pasokan air di wilayah perkotaan Brebes masih relatif aman meski sejumlah sumber air mulai mengalami penurunan debit.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat yang menghadapi dampak kemarau panjang.
(D. Miranoor)















