Acara Rolasan: Tradisi Kuno Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga di Cirebon

Rabu, 16 September 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON, Dinamikanews.net — Di tengah pesatnya perkembangan zaman, Cirebon masih menyimpan kekayaan budaya leluhur yang tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah tradisi Rolasan, sebuah upacara adat yang telah diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Cirebon.

Asal Usul Nama dan Sejarah

Kata “Rolasan” berasal dari bahasa Jawa-Cirebon, yaitu dari kata rolas yang berarti dua belas. Tradisi ini dikatakan bermula sejak masa kejayaan Kesultanan Cirebon, pada abad ke-15 hingga ke-16, pada masa pemerintahan para Sunan yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Konon, Rolasan awalnya merupakan pertemuan atau musyawarah yang diikuti oleh dua belas tokoh kuno — terdiri dari para ulama, pemuka adat, dan pemimpin masyarakat — yang berkumpul untuk merencanakan hal-hal penting bagi kemaslahatan warga, menjaga kerukunan, serta menyusun strategi penyebaran ajaran Islam yang damai dan penuh kasih sayang.

Baca Juga :  Polri Siap Amankan Rangkaian HUT RI di Monas

Ada pula versi yang menyebutkan bahwa Rolasan dilakukan sebagai bentuk syukur atas selesainya masa tanam atau panen ke-12 dalam satu siklus pertanian, sekaligus doa bersama agar tanah tetap subur, air melimpah, dan warga terhindar dari bencana.

Makna dan Pelaksanaan Tradisi

Rolasan bukan sekadar seremonial belaka. Tradisi ini mengandung makna persatuan, kesetaraan, dan gotong royong. Angka dua belas melambangkan kesatuan yang utuh, di mana setiap perwakilan mewakili kelompok, wilayah, atau kepentingan yang berbeda, namun menyatu dalam satu tujuan yang sama.

Pelaksanaannya biasanya diisi dengan:

– Doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta syair-syair pujian
– Musyawarah adat untuk membahas kepentingan warga
– Penyajian makanan khas yang dibagikan secara merata kepada seluruh warga
– Pertunjukan seni budaya lokal seperti tarian, gamelan, atau pantun Cirebonan

Di beberapa daerah di Cirebon, Rolasan juga dijalankan sebagai wujud tolak bala — memohon perlindungan Tuhan agar terhindar dari wabah, bencana alam, maupun perselisihan antarwarga.

Baca Juga :  Lebih Mudah Murah dan Aman, PLN Jamin Kepuasan Pelanggan yang Bertransaksi di PLN Mobile

Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Kini, tradisi Rolasan masih rutin dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Cirebon, baik di lingkungan keraton maupun di tengah masyarakat luas. Para pemuka adat terus berupaya menjaga agar maknanya tidak luntur, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda agar tetap menjadi jati diri warga Cirebon.

“Rolasan bukan sekadar kenangan masa lalu. Ia adalah jembatan yang menyatukan kita, mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpisah, melainkan kekuatan jika disatukan,” ujar salah satu sesepuh adat Cirebon.

Dengan semangat itu, Rolasan tetap berdiri tegak sebagai salah satu warisan luhur Cirebon yang mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kerukunan, saling menghormati, dan bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat
(D. Miranoor)

Berita Terkait

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana
Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang
Estafet Kepemimpinan Sukamulya: Soni Sanjaya Pamit dengan Catatan Manis
Menitip Jejak di Cikupa: Estafet Kepemimpinan dari Supriyadi ke Khalid Mawardi

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:38 WIB

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang

Berita Terbaru

Berita

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:47 WIB