TEGAL, Dinamikanews.net — Kota Tegal yang kini dikenal sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan di pesisir utara Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan. Banyak warga yang ingin mengetahui siapa sosok yang memegang tampuk kepemimpinan pertama di wilayah ini, baik pada masa kerajaan, kolonial, maupun setelah terbentuknya kota mandiri.
*Masa Awal: Dari Kepatihan Menjadi Kota
Sebelum menjadi kota, wilayah Tegal awalnya merupakan bagian dari Kesultanan Mataram. Pada abad ke-17, Tegal berkembang menjadi daerah yang dipimpin oleh Bupati. Bupati Tegal pertama yang tercatat secara resmi adalah Ki Gede Sebayu. Ia diangkat sekitar tahun 1601 oleh Pangeran Benawa dari Mataram, berkat jasa-jasanya dalam menjaga keamanan dan mengatur wilayah pesisir utara yang strategis.
Ki Gede Sebayu dikenal sebagai tokoh yang gigih membangun pertanian, mengatur sistem pengairan, serta menjaga kerukunan antarwarga. Ia meletakkan dasar pemerintahan yang kemudian membuat Tegal tumbuh menjadi daerah yang makmur dan berpengaruh.
*Masa Pemerintahan Kota Tegal: Wali Kota Pertama
Setelah melalui masa peralihan dan masa kolonial Belanda, status Tegal resmi ditingkatkan menjadi Kota pada tanggal 1 April 1906 dengan nama Gemeente Tegal. Namun, pemimpin pribumi pertama yang memegang jabatan kepala pemerintahan kota setelah kemerdekaan adalah tokoh yang sangat dihormati, yaitu R.M. Soeprapto.
Ia menjabat sebagai Wali Kota Tegal pertama setelah Indonesia merdeka, memegang tampuk kepemimpinan sejak tahun 1945. Di bawah kepemimpinannya, Tegal mengalami masa transisi penting: dari cengkeraman penjajahan menuju pembangunan bangsa. Rakyat mengenangnya sebagai pemimpin yang sederhana, dekat dengan masyarakat, dan teguh memegang kemerdekaan.
*Jejak Sejarah yang Tetap Dikenang
Hingga kini, nama-nama pemimpin pertama Tegal tetap diabadikan dalam nama jalan, gedung, serta acara peringatan daerah. Sosok Ki Gede Sebayu dianggap sebagai bapak pendiri wilayah Tegal, sementara R.M. Soeprapto menjadi simbol kebangkitan Tegal yang merdeka.
“Sejarah mengajarkan kita bahwa kemajuan Tegal bermula dari kepemimpinan yang tulus mengabdi. Mengenang siapa pemimpin pertama bukan sekadar mengingat nama, tetapi menghayati semangat perjuangan mereka membangun daerah ini,” ujar seorang penggiat sejarah setempat.
Peringatan hari jadi Kota Tegal setiap 1 April pun menjadi momen warga untuk mengenang jasa para pendahulu, sekaligus melanjutkan semangat membangun Tegal yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera.
(D. Miranoor)















