BUPATI PERTAMA BREBES: TUMENGGUNG ARYA SURALAYA, TONGGAK PEMIMPIN KABUPATEN YANG BARU DIRIKAN  

Selasa, 15 September 2026 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net — Kabupaten Brebes resmi berdiri sebagai daerah otonom pada 18 Januari 1678, dan sosok yang dipercaya memimpin sebagai bupati pertama adalah Tumenggung Arya Suralaya, yang dikenal juga dengan nama lahir Pangeran Cahyo Kusumo .

*Latar Belakang Berdirinya Brebes

Awalnya wilayah Brebes merupakan bagian dari Kadipaten Tegal. Peristiwa penting terjadi pada 17 Januari 1678 di Jepara, saat pertemuan para adipati Kerajaan Mataram membahas perjanjian Amangkurat II dengan VOC terkait penumpasan pemberontakan Trunajaya. Terjadi perselisihan hingga perang tanding antara Arya Martalaya (Adipati Tegal) dan Arya Martapura (Adipati Jepara), yang berakhir gugurnya Adipati Tegal .

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-81, Panitia Tampilkan Konser Musik Band Kotak dan Produk Unggulan Brebes Melalui UMKM

Sehari kemudian, tepatnya 18 Januari 1678, Sri Susuhunan Amangkurat II mengangkat Arya Suralaya, adik dari Arya Martalaya, sebagai pemimpin wilayah baru yang dipisahkan dari Tegal — yaitu Kabupaten Brebes .

*Sosok Bupati Pertama

– Nama: Tumenggung Arya Suralaya (Pangeran Cahyo Kusumo)

– Masa jabatan: 1678–1683

– Kedudukan: Bupati pertama sekaligus pendiri Kadipaten Brebes

– Hubungan: Adik kandung Arya Martalaya, Adipati Tegal yang gugur di Jepara

Pelantikan berlangsung megah, dihadiri langsung oleh Amangkurat II beserta para pembesar istana Mataram, perwakilan Surabaya, Cirebon, hingga Banten. Pengangkatan ini menandai pemekaran wilayah: bagian timur tetap Tegal, sedangkan bagian barat menjadi Kabupaten Brebes yang berdiri sendiri.

Baca Juga :  Pantai Alam Randusanga Indah (PARIN), Keindahan Tersaji Bagi Pecinta Wisata Pantai Laut dan Kuliner Seafood   

*Makna & Jejak Sejarah

Nama “Brebes” sendiri memiliki makna filosofis: air yang merembes perlahan namun mampu membasahi dan memberi kesejukan — harapan agar daerah ini tumbuh damai, makmur, dan bermanfaat bagi rakyatnya.

Sejak kepemimpinan Arya Suralaya, Kabupaten Brebes terus berkembang hingga kini menjadi wilayah paling barat Jawa Tengah, yang dikenal luas sebagai “Kota Bawang Merah” dan “Kota Telur Asin”. Jejak perjuangan dan tonggak kepemimpinan pertama ini selalu diperingati setiap tanggal 18 Januari sebagai Hari Jadi Kabupaten Brebes .

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Untuk memeriahkan Tradisi, Ribuan Penonton Berebut Gunungan Bawang Merah di Puncak Festival Brebes  
Jejak Sejarah yang Keramat di Slawi, Saksi Penyebaran Islam dan Warisan Leluhur
Live Mural, Gus Bill Angkat Identitas Brebes Lewat Seni Jalanan Yang Bertajuk “Mata Hati Bawang Merah”
ASAL USUL KOTA TEGAL: DARI PELABUHAN KECIL MENJADI KOTA PERDAGANGAN
Bupati Paramitha Meninjau Kondisi Jalan Rusak di sekitar Kecamatan Kersana, Bukti Pemerintah Cepat Tanggap
FESTIVAL BAWANG MERAH BREBES: PESTA RAKYAT PROMOSI KOMODITAS UNGGULAN DAERAH
Sejarah Jakarta: Dari Pelabuhan Sunda Kelapa Hingga Menjadi Ibu Kota Negara
Manfaat Waduk Malahayu: Penopang Kehidupan dan Warisan Sejarah Brebes

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:14 WIB

BUPATI PERTAMA BREBES: TUMENGGUNG ARYA SURALAYA, TONGGAK PEMIMPIN KABUPATEN YANG BARU DIRIKAN  

Minggu, 13 September 2026 - 08:48 WIB

Untuk memeriahkan Tradisi, Ribuan Penonton Berebut Gunungan Bawang Merah di Puncak Festival Brebes  

Minggu, 13 September 2026 - 05:23 WIB

Jejak Sejarah yang Keramat di Slawi, Saksi Penyebaran Islam dan Warisan Leluhur

Sabtu, 12 September 2026 - 07:27 WIB

Live Mural, Gus Bill Angkat Identitas Brebes Lewat Seni Jalanan Yang Bertajuk “Mata Hati Bawang Merah”

Sabtu, 12 September 2026 - 05:17 WIB

ASAL USUL KOTA TEGAL: DARI PELABUHAN KECIL MENJADI KOTA PERDAGANGAN

Berita Terbaru

Berita

AFC Nilai Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Utama Asia

Senin, 14 Sep 2026 - 18:10 WIB