Brebes, Dinamikanews.net – Warga Desa Kaliaur, mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes segera mengatasi polusi asap pembakaran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat yang kian mengancam kesehatan anak-anak dan aktivitas sekolah.
Udara di Dusun Kaliaur, Desa Larangan, Kabupaten Brebes tak lagi segar. Saban hari, kepulan asap putih kecokelatan menyapu pemukiman, menyelinap masuk ke ventilasi rumah, dan menyesakkan dada penghuninya.
Bau menyengat sisa pembakaran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat telah menjadi ‘menu’ wajib yang dipaksakan kepada warga selama bertahun-tahun.
Sri Wahyuningsih, atau yang akrab disapa Ayu, tak lagi mampu membendung keresahannya.
Ibu yang tinggal di RT 03 RW 07 ini menjadi saksi hidup bagaimana polusi udara tersebut menggerogoti kesehatan keluarganya.
Bayinya yang baru menginjak usia lima bulan terpaksa harus bolak-balik ke dokter.
“Asapnya betul-betul mengganggu sekali, Mas. Bertahun-tahun kami merasakannya. Anak saya yang masih bayi saja sudah dua kali dibawa ke dokter karena batuk dan sesak napas,” tutur Ayu saat ditemui awak media, Senin (14/9/2026).
Kondisi ini bukan sekadar ketakutan tanpa dasar. Di samping lokasi TPA, seorang warga dilaporkan kini menderita asma akut.
Di seberang gundukan sampah itu, gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) berdiri. Setiap pagi, saat murid-murid seharusnya menghirup udara bersih untuk belajar, mereka justru terpapar asap pembakaran yang menyengat.
Kegiatan belajar-mengajar seringkali terganggu akibat kabut asap yang menutupi pandangan dan merusak pernapasan.
Ayu mempertanyakan regulasi jarak aman TPA. Berdasarkan ketentuan, lokasi pembuangan sampah akhir seharusnya berjarak minimal 1.000 meter dari pemukiman.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. TPA Kaliaur berada tepat di jantung pemukiman dan pusat aktivitas sosial warga.
Segala cara telah dilakukan Ayu, termasuk mengadu lewat media sosial kepada Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma.
Ia berharap orang nomor satu di Brebes itu segera turun tangan melihat langsung ‘neraka’ asap di desanya.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Brebes maupun Komisi III DPRD Kabupaten Brebes sebagai mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup.
Warga hanya bisa menunggu, sembari terus menutup rapat jendela rumah mereka, berharap ada kebijakan yang lebih memihak pada napas rakyat kecil.
(D. Miranoor)















