BREBES, Dinamikanews.net – Kabupaten Brebes yang dikenal sebagai lumbung bawang merah nasional, kembali bersiap menyelenggarakan perhelatan akbar Festival Bawang Merah (FBM) Brebes 2026, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 September 2026 di Alun-alun Brebes.
Festival ini merupakan agenda tahunan andalan Pemerintah Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), bertujuan mengangkat komoditas unggulan daerah, memperkuat ekonomi petani, serta mendorong produk bawang merah Brebes semakin dikenal hingga pasar internasional .
*Sejarah dan Tujuan
Penyelenggaraan Festival Bawang Merah pertama kali digelar secara besar-besaran pada tahun 2023, kemudian berlanjut pada 2024 dan 2025. Setiap tahunnya, acara ini selalu menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tujuan utamanya tidak hanya sebagai sarana promosi, melainkan juga memperkuat identitas Brebes sebagai penghasil bawang merah terbesar di Indonesia, membuka peluang kerja sama dagang, serta menjaga kelestarian budaya dan tradisi pertanian setempat .
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan, festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum strategis untuk mendorong pertanian yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, agar mampu menembus pasar nasional maupun mancanegara.
*Ragam Kegiatan Menarik
Dalam rangkaian FBM, disajikan beragam kegiatan yang memadukan unsur pertanian, budaya, ekonomi, hingga hiburan:
✅ Kirab Gunungan Bawang Merah – Puncak acara berupa arak-arakan puluhan gunungan berisi bawang merah dan hasil bumi lainnya sepanjang rute sekitar 5 kilometer, diikuti karnaval budaya, marching band, dan kesenian tradisional. Usai diarak, hasil bumi dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol berbagi berkah panen .
✅ Kontes Bawang Merah – Penilaian bawang merah terbesar, terberat, dan kualitas terbaik dari para petani unggulan.
✅ Ekspor Perdana – Di FBM 2025, tercatat ekspor sebanyak 11.800 ton bawang merah dikirim ke Thailand, Singapura, dan Vietnam .
✅ Pameran & Bazar UMKM – Menampilkan produk olahan bawang merah, kerajinan, serta hasil karya warga Brebes.
✅ Talk Show Petani Milenial – Mendorong generasi muda terlibat dalam pertanian modern dan inovatif .
✅ Kesenian & Hiburan – Penampilan artis nasional, pertunjukan musik, serta karya seni publik seperti mural bertajuk “MATAHATI BAWANG MERAH” yang akan dikerjakan langsung seniman asal Brebes, Gus Bill, pada FBM 2026.
✅ Lomba Tradisional – Seperti kegiatan mbutik, rogol, nggedeng bawang merah yang merupakan kebiasaan khas petani setempat .
*Harapan dan Makna
Bawang merah bukan sekadar tanaman komoditas bagi warga Brebes. Ia adalah urat nadi ekonomi, sumber penghidupan ratusan ribu keluarga, sekaligus identitas yang melekat kuat. Melalui festival ini, diharapkan harga jual petani semakin terjaga, jaringan pasar semakin luas, dan nilai jual produk semakin tinggi di mata dunia.
Pemerintah daerah berharap FBM terus tumbuh menjadi ajang berskala internasional — tidak hanya memamerkan hasil tani, tetapi juga kekayaan budaya, pariwisata, dan potensi ekonomi Brebes secara utuh .
Dengan semangat gotong royong, masyarakat Brebes siap menyambut tamu dari penjuru negeri untuk merayakan keberkahan panen bawang merah — kebanggaan sejati tanah Pantura.
(D. Miranoor)















