Monitoring Langsung Ibadah Paskah, Bupati Tangerang Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi di Kabupaten Tangerang

Minggu, 5 April 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung pelaksanaan ibadah Paskah jemaat POUK Tesalonika di Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/4/26).

Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Dandim 0510/Tigaraksa, Kapolres Metro Tangerang, Sekretaris Daerah, Kasatpol PP, Camat Teluknaga, serta tokoh agama setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak pernah memiliki niat untuk membedakan perlakuan terhadap masyarakat, termasuk dalam hal pelaksanaan ibadah.

“Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk jemaat POUK Tesalonika, dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Tidak ada niatan sedikit pun untuk melarang atau membatasi. Justru kami memfasilitasi,” tegasnya

Menurut dia, keberagaman keyakinan, suku, budaya dan agama di Kabupaten Tangerang merupakan kekuatan yang harus dijaga dengan semangat toleransi dan saling menghormati agar kondusifitas dan keharmonisan wlayah terus terpelihara dengan baik

“Kabupaten Tangerang menjunjung tinggi nilai toleransi. Siapa pun dan di mana pun selama berada di wilayah Kabupaten Tangerang, kami akan hadir memberikan perlindungan tanpa membedakan kelompok atau latar belakang,” tandasnya.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama TNI-Polri merupakan bentuk komitmen nyata untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Baca Juga :  Badan Narkotika Nasional (BNN) Tangerang Selatan Berkolaborasi Dengan Lembaga Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) DPC Tangerang Selatan

“Dalam suasana Idulfitri ini, kami bersama Forkopimda menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. Kami menyadari sebagai manusia tentu tidak luput dari khilaf, baik dalam sikap, ucapan, maupun pelayanan,” ujarnya.

Bupati juga mempersilakan jemaat untuk memanfaatkan Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai tempat ibadah sementara, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pihak terkait lainnya

“Silakan gunakan tempat ini untuk beribadah, baik ibadah rutin maupun perayaan hari besar seperti Paskah dan Natal, selama tidak ada kegiatan lain. Yang penting tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknyamenyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Forkopimda tengah mengkaji solusi jangka panjang berupa penyediaan tempat ibadah yang lebih permanen dan representatif.

“Kami akan merumuskan secara komprehensif agar ke depan jemaat bisa beribadah dengan lebih nyaman, tanpa menimbulkan gangguan dan tetap menjaga kondusivitas wilayah,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah.

Baca Juga :  Ini Dia Capaian Satu Tahun Maesyal - Intan Memimpin Tangerang.

“Jika ada hal yang perlu dirundingkan, mari kita bicarakan bersama. Kami terbuka dan siap mencarikan solusi terbaik. Mari kita jaga Kabupaten Tangerang tetap kondusif,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Tanfidziah PCNU Kabupaten Tangerang, KH. M. Qustulani, menegaskan bahwa tidak ada pelarangan ibadah di wilayah Teluknaga dan menyebut situasi yang terjadi sebelumnya hanya miskomunikasi.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama menyaksikan ibadah berjalan dengan baik. Tidak ada pelarangan, ini hanya dinamika kecil di masyarakat yang sudah diselesaikan dengan baik oleh pimpinan daerah,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi yang selama ini telah terbangun dengan baik di wilayah Teluknaga.

“Kami menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan. Teluknaga dikenal sebagai wilayah yang toleran, dan ini harus kita pertahankan,” katanya.

Di tempat terpisah, Gembala Jemaat POUK Tesalonika, Pendeta Michael Siahaan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan solusi yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Bupati, Dandim, dan Kapolres yang telah mendengarkan kebutuhan kami. Ini menjadi jawaban atas kerinduan kami untuk dapat beribadah dengan tenang dan layak,” ungkapnya.

 

Berita Terkait

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani
BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Krisis Air Bersih Meluas di Brebes, 19 Desa Minta Bantuan Air
20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya
Kekeringan Brebes Makin Meluas, Petani Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang
Aktivis Desa Cirarab Desak Pembayaran Ganti Rugi Trase Jalan Tol Serbaraja Dipercepat.
Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama Eselon II

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:16 WIB

BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Krisis Air Bersih Meluas di Brebes, 19 Desa Minta Bantuan Air

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:19 WIB

20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya

Berita Terbaru

Berita

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:38 WIB