Keterbatasan Bukan Halangan, Alim Anak Pemulung Asal Banjarnegara Raih Emas O2SN

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Yusuf Agung Prabowo mengunjungi Alim di rumahnya

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Yusuf Agung Prabowo mengunjungi Alim di rumahnya

BANJARNEGARA – Di tengah keterbatasan fasilitas, sebuah prestasi luar biasa berhasil diukir oleh Alim Surahman, siswa SDN 7 Krandegan. Alim sukses mengharumkan nama Kabupaten Banjarnegara setelah menyabet medali emas cabang atletik pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Selama kurang lebih tiga bulan, Alim berlatih keras di bawah bimbingan Hasto dengan sarana yang sangat bersahaja. Alih-alih menggunakan peralatan olahraga standar, proses latihan Alim justru memanfaatkan kerdus bekas yang dijahit serta seutas tali rafia sebagai media halang rintang.

Kepala SDN 7 Krandegan, Suci Rahayu, mengaku sangat bangga atas capaian bersejarah ini. Menurutnya, ini adalah kali pertama dalam sejarah sekolah tersebut berhasil menembus juara tingkat provinsi dan membawa pulang medali emas.

“Kami tidak memiliki anggaran untuk pembinaan atlet, namun saya melihat Alim memiliki bakat luar biasa. Karena itu, saya meminta bantuan suami saya, Hasto, untuk melatihnya. Dengan fasilitas yang sangat sederhana, Alim mampu membuktikan bahwa tekad dan kerja keras bisa mengalahkan segala keterbatasan,” Kata Suci.

Perjuangan Alim juga mendapat apresiasi dari Lurah Krandegan, Sudirman. Ia menyebut keberhasilan ini menjadi titik balik bagi SDN 7 Krandegan yang sebelumnya sempat terancam dampak regrouping akibat minimnya jumlah siswa.

Baca Juga :  Raisya Rasendria Tsaniah Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional “Jakarta Arisaka Championship 2025”

Sudirman mengungkapkan, Alim merupakan putra dari pasangan Sarkum dan Sulatri, sebuah keluarga sederhana yang masuk dalam kategori ekonomi Desil 2, di mana sang ayah bekerja sebagai pemulung.

Kisah heroik Alim Surahman ini memantik respons dari M. Khadik Juntasi, mantan atlet atletik nasional asal Banjarnegara yang pernah berlaga di ajang PON, Sea Games dan Asian Games untuk nomor lari 100, 200, dan 400 meter.

Menurutnya, esensi dari cabang olahraga atletik adalah menaklukkan diri sendiri melalui tekad yang kuat.

“Saya dulu juga anak petani dan guru ngaji. Tekad ingin membahagiakan orang tua itulah yang menjadi motivasi diri. Memang di Banjarnegara olahraga atletik susah maju karena kurangnya sarana dan prasarana, apalagi untuk nomor trek. Namun, yang paling penting adalah kemauan untuk maju setelah bakat itu ada,” ungkap Khadik.

Khadik menceritakan pengalaman pribadinya saat masih aktif menjadi atlet demi memotivasi generasi muda saat ini. “Saya dulu juara provinsi nomor 100 meter dan 200 meter tanpa menggunakan alas kaki atau sepatu. Karena tekad yang kuat, saya terus konsisten latihan mandiri dengan peralatan apa adanya. Alhasil, saya bisa masuk pelatnas (pemusatan latihan nasional). Bahkan di Porda 1987, saya berhasil mengalahkan atlet sekelas Kardiono, yang merupakan kwartet olimpiade Los Angeles bersama Purnomo, Kristian Nenepat, dan Ernawan Witarsa,” kenangnya.

Baca Juga :  Polres Brebes Ajak Masyarakat Ciptakan Pilkada 2024 Aman Damai

Ia pun berpesan agar anak-anak zaman sekarang memiliki motivasi bertanding yang kuat dan fokus menunjukkan prestasi terlebih dahulu.

Prestasi gemilang Alim di tingkat provinsi ini langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh kepada Alim yang akan melanjutkan perjuangannya di level yang lebih tinggi.

“Kami akan memberikan dukungan penuh kepada atlet tersebut karena ia akan segera berlaga mewakili daerah di tingkat nasional. Harapan kami, dengan pendampingan yang maksimal, ia bisa memberikan prestasi tertinggi dan mengharumkan nama Banjarnegara di level nasional,” Kata Agung. (mg)

Berita Terkait

Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban
Hendra Primitif Usulkan Pembangunan Embung di Kawasan Puri Pematang Tigaraksa, Butuh Dukungan DPRD Demi Aspirasi Warga
Wabup Intan Tinjau Penanganan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin
Gubernur KDM Dinilai Tidak Tegas, Tambang Galian C Ilegal Kembali Marak di Tenjo Bogor
Kunjungi TPA Jatiwaringin, Menteri LH RI Apresiasi Kolaborasi Pemkab Tangerang dan BNPB Tekan Titik Panas Hingga 3,6 Persen
Promosikan Potensi Lokal, Wabup Intan Apresiasi Adanya Pasar Rakyat Alam Bambu
Pemkab Tangerang Komitmen Fasilitasi Masyarakat Terdampak Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin
Wabup Intan Gaungkan Gerakan’Ananda Bersinar’ Sambut Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:11 WIB

Keterbatasan Bukan Halangan, Alim Anak Pemulung Asal Banjarnegara Raih Emas O2SN

Senin, 6 Juli 2026 - 22:57 WIB

Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban

Senin, 6 Juli 2026 - 12:08 WIB

Hendra Primitif Usulkan Pembangunan Embung di Kawasan Puri Pematang Tigaraksa, Butuh Dukungan DPRD Demi Aspirasi Warga

Senin, 6 Juli 2026 - 08:08 WIB

Wabup Intan Tinjau Penanganan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:02 WIB

Gubernur KDM Dinilai Tidak Tegas, Tambang Galian C Ilegal Kembali Marak di Tenjo Bogor

Berita Terbaru

Berita

Indonesia dan India sepakati restorasi Candi Prambanan

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:57 WIB