Dietisien bagikan kiat memanaskan lagi masakan bersantan sisa Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Dietisien Yesi Herawati S.Gz M.Kes membagikan kiat menangani dan memanaskan kembali masakan bersantan sisa Lebaran agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Dikutip dari laman ANTARA pada Selasa (24/3), dia mengatakan bahwa masakan bersantan seperti opor ayam atau rendang daging sapi masih bisa dikonsumsi sampai hari ketiga Lebaran asal disimpan dengan baik dan dipanaskan lagi dengan cara yang tepat.

“Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan,” kata dietisien dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung itu.

“Disarankan memanaskan hingga suhu bagian dalam mencapai minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, 75 derajat Celsius selama 30 detik, atau 80 derajat Celsius selama 6 detik,” ia menjelaskan.

Baca Juga :  Manajemen Risiko Pelayanan Arus Mudik Idul Fitri 2024

Ia mengatakan, sisa masakan berkuah bisa direbus lagi sampai mendidih kalau mau disajikan kembali.

Sedangkan sisa makanan tanpa kuah bisa dihangatkan kembali dengan ditumis atau dikukus, atau dipanaskan menggunakan oven, microwave, maupun air fryer.​​​​​​​

Namun, Yesi mengingatkan bahwa memanaskan masakan secara berulang selain bisa menyebabkan kerusakan tekstur serta mempengaruhi kandungan gizi dan rasa makanan, juga dapat memunculkan risiko bagi kesehatan.

“Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan,” katanya.

“Selain itu, juga bisa menyebabkan keracunan makanan jika suhu dan durasi pemanasan tidak tepat. Bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 sampai 60 derajat Celsius,” ia menambahkan.

Baca Juga :  Sritex Pailit, Sultan Dorong Pemerintah Menerapkan Kebijakan Proteksionis Di Sektor Pangan dan Tekstil

Yesi ​​mengingatkan pula bahwa masakan yang mengandung sayuran berwarna hijau sebaiknya tidak dipanaskan secara berulang, karena bisa memicu risiko kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa sayuran hijau mengandung nitrat, yang bila dipanaskan berulang akan menghasilkan zat karsinogenik, pemicu kanker. ​​​​​​​

Yesi mengatakan, sisa makanan yang akan dikonsumsi di lain waktu sebaiknya dibagi dalam porsi kecil kemudian disimpan di dalam kontainer tertutup rapat di dalam lemari pendingin agar tidak cepat basi.

Menurut dia, sisa makanan yang sudah dimasukkan ke dalam kontainer tertutup bisa disimpan di dalam chiller selama 3–4 hari atau dibekukan di dalam freezer selama 3–4 bulan.

Namun, ia mengatakan, makanan bisa kehilangan kelembapan dan berubah rasa kalau lama disimpan di dalam lemari pendingin.

Berita Terkait

Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen
DLH Kota Tangerang Gelar Sidak ke CV Wani Sugih Sejahtera, Klarifikasi Aduan Limbah B3
JTT Lanjutkan Contraflow Tol Japek, Dukung Pemeliharaan Jalan
Perkuat Sinergi Lintas Negara, Rutan Batam Terima Kunjungan Kerja Delegasi Penjara Malaysia
Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak
Buronan Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri
Merasa Diabaikan. Pengusaha UMKM Konveksi Terancam Gulung Tikar. 
DPRD Kabupaten Tangerang Komisi 1 Tekan Management 126 Harus Lengkapi Izin Sebelum Melanjutkan Aktivitas

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:38 WIB

Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:09 WIB

DLH Kota Tangerang Gelar Sidak ke CV Wani Sugih Sejahtera, Klarifikasi Aduan Limbah B3

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:50 WIB

JTT Lanjutkan Contraflow Tol Japek, Dukung Pemeliharaan Jalan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:18 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Negara, Rutan Batam Terima Kunjungan Kerja Delegasi Penjara Malaysia

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:32 WIB

Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak

Berita Terbaru