Dugaan Bisnis Seragam Terselubung di SMPN Se-Kabupaten Tangerang, GMPK Banten Desak Penindakan Tegas

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Bisnis Seragam Terselubung di SMPN Se-Kabupaten Tangerang, GMPK Banten Desak Penindakan Tegas

Dugaan Bisnis Seragam Terselubung di SMPN Se-Kabupaten Tangerang, GMPK Banten Desak Penindakan Tegas

Dinamikanews.net | Dugaan praktik bisnis seragam sekolah secara terselubung yang melibatkan sejumlah kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tangerang mencuat ke publik. Dugaan ini muncul setelah adanya keluhan dari beberapa orang tua siswa yang merasa terbebani oleh kewajiban pembelian seragam dengan harga tertentu melalui pihak sekolah, dengan dalih tabungan dan tim yang dibentuk sebagai panitia pengadaan seragam.

 

Banyak orang tua mengeluh dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, sampai-sampai mereka harus meminjam uang untuk membeli seragam. Sejumlah orang tua mengungkapkan bahwa meskipun tidak disampaikan secara tertulis, terdapat arahan tidak langsung agar seragam sekolah dibeli dari penyedia yang telah “direkomendasikan” oleh sekolah. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan adanya praktik bisnis terselubung yang melibatkan oknum di lingkungan sekolah dan pihak penyedia.

 

Padahal, sesuai dengan aturan yang berlaku, pihak sekolah negeri dilarang melakukan praktik jual beli seragam maupun mengarahkan orang tua siswa kepada penyedia tertentu, terlebih jika berpotensi menimbulkan keuntungan pribadi atau kelompok.

Baca Juga :  Ribuan Warga Brebes Tumpah Ikuti Jalan Sehat HUT Koperasi

 

Menanggapi dugaan tersebut, Deputi Kajian Korupsi DPW GMPK Banten, Adang Kosasih, pemerhati pendidikan dan kebijakan publik, menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bersih dari praktik yang berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat. “Jika dugaan ini benar, maka hal tersebut sangat mencederai prinsip transparansi dan integritas dalam dunia pendidikan. Sekolah seharusnya menjadi ruang pembelajaran yang adil, bukan tempat praktik bisnis terselubung,” ujar Adang Kosasih saat diwawancarai. Jumat (2/1/2026).

 

Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh. “Dinas Pendidikan harus turun tangan, memeriksa, dan memastikan tidak ada kepala sekolah atau pihak lain yang memanfaatkan posisi jabatannya. Jika terbukti, tentu harus ada sanksi tegas sesuai aturan,” tambahnya.

 

Selain itu, hasil kajian GMPK Banten sudah disiapkan untuk dilaporkan para kepala sekolah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai mitra GMPK. Adang Kosasih juga menyebutkan dugaan di setiap sekolah melakukan transaksi seperti rompi, seragam olahraga, dan baju batik, ditambah ada dugaan terkait dana BOS yang dinilai fiktif.

Baca Juga :  Kecamatan Kelapa Dua Sukses Gelar KD PERTIWI Cup 1. Bukti Kolaborasi Antar Elemen Solid.

 

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut tata kelola pendidikan dan beban ekonomi orang tua siswa. GMPK Banten dan masyarakat berharap adanya transparansi, penegakan aturan, serta perlindungan terhadap hak peserta didik agar dunia pendidikan tetap berjalan sesuai dengan nilai kejujuran dan keadilan.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada beberapa kepala SMPN serta Kabid SMPN Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga tidak merespon.

 

 

Red

Berita Terkait

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Debit Air 2,8 Kali Lipat, 25.180 Hektare Sawah Tegal-Brebes Terbantu
Kapolsek Ciputat Timur Ajak Warga dan Tokoh Agama Perkuat Keamanan Lingkungan
Petugas Rutan Batam Borong 4 Medali di PORPROV Kepri 2026 Cabang Catur
Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas
Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan
Universitas Tangerang Raya (UNTARA) MOU Dengan Sudirman Indra Selaku pengagas dan penggiat Bank Air.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu
Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 06:09 WIB

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Debit Air 2,8 Kali Lipat, 25.180 Hektare Sawah Tegal-Brebes Terbantu

Minggu, 8 November 2026 - 14:19 WIB

Kapolsek Ciputat Timur Ajak Warga dan Tokoh Agama Perkuat Keamanan Lingkungan

Minggu, 8 November 2026 - 13:55 WIB

Petugas Rutan Batam Borong 4 Medali di PORPROV Kepri 2026 Cabang Catur

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas

Sabtu, 7 November 2026 - 17:15 WIB

Universitas Tangerang Raya (UNTARA) MOU Dengan Sudirman Indra Selaku pengagas dan penggiat Bank Air.

Berita Terbaru