Jakarta, Dinamikanews.net – Selasa 22 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus meluas dan menyelimuti sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, terutama Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Pemerintah mengerahkan puluhan pesawat serta ribuan personel untuk menanggulangi kebakaran yang semakin mengkhawatirkan ini.
*Pengerahan Skala Besar
Menteri Kabinet Sekretariat Negara Teddy Indra Wijaya menyatakan, sejak Agustus 2026, pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat — terdiri dari 55 pesawat milik BNPB dan 9 pesawat TNI — serta 54.394 personel gabungan TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BPBD, Manggala Agni, dan relawan untuk melakukan pengeboman air serta pengendalian api di darat.
“Semua sumber daya dikerahkan dari udara hingga daratan. Upaya terus dilakukan untuk memadamkan api, menekan dampak asap, dan melindungi masyarakat,” ujar Teddy. Luasnya wilayah yang terbakar serta kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan menjadi tantangan utama.
*Hujan Buatan Digencarkan di Jambi
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan di Jambi. Teknologi penyemaian awan dengan penyebaran garam NaCl dilakukan untuk memancing turunnya hujan guna membasahi lahan kering dan memadamkan titik api.
Pihak berwenang menyebutkan, hujan buatan menjadi salah satu andalan mengingat sebagian besar wilayah yang terbakar adalah lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
*Kualitas Udara Memburuk, Warga Diminta Pakai Masker
Kabut asap tebal kini menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau. Konsentrasi partikel halus PM2.5 terpantau masih tinggi, masuk dalam kategori tidak sehat bahkan sangat tidak sehat. Asap tidak hanya berasal dari kebakaran lokal, melainkan juga kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi terbawa angin.
BMKG dan Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau warga:
– ✅ Wajib pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan
– ✅ Kurangi aktivitas di luar rumah
– ✅ Kelompok rentan (lansia, anak-anak, penderita penyakit pernapasan) dianjurkan tetap di dalam ruangan
– ✅ Sekolah diberi keleluasaan menerapkan pembelajaran jarak jauh jika kondisi memburuk
*Situasi di Sumsel & Jambi
Di Sumatera Selatan, titik panas masih terpantau tersebar di Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara. Asap tebal juga mengganggu jarak pandang di ruas jalan tol, memaksa pengendara ekstra berhati-hati. Sementara di Jambi, upaya pemadaman terus dilakukan di kawasan rawan gambut yang masih menyisakan titik api.
BMKG memperkirakan sebaran asap dan karhutla masih menjadi perhatian hingga akhir September 2026, mengingat kondisi atmosfer yang relatif kering masih menyelimuti sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.
(D. Miranoor)















