BREBES, Dinamikanews.net — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Brebes kini menimbulkan krisis air bersih yang nyata di sejumlah wilayah. Warga Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, terpaksa berdesak-desakan mengantre demi mendapatkan pasokan air bersih yang semakin sulit didapat.
Sejak pagi hari, warga tampak berkerumun di titik pengambilan air yang masih tersisa. Dengan membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah, mereka harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi sedikit air. Suasana terlihat penuh desakan, mengingat sumber air di sekitar pemukiman telah mengering.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat, sebanyak 17 kecamatan kini berada dalam status siaga kekeringan. Dampak kekeringan ini tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengancam sektor pertanian: sekitar 175 ribu hektare lahan pertanian terancam kekeringan parah yang dapat menurunkan hasil panen.
Pihak BPBD dan Pemkab Brebes telah berupaya menyalurkan bantuan air bersih melalui truk tangki ke daerah-daerah terdampak, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan warga yang terus bertambah. Warga berharap pemerintah segera memperbanyak distribusi air serta mencari solusi jangka panjang agar krisis serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Hingga kini, warga tetap berharap turun hujan segera untuk mengakhiri masa sulit ini.
(D. Miranoor)















