Brebes, Dinamikanews.net – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah Jatibarang menuju Tegalwulung kini dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama ini kian membahayakan pengguna jalan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kerusakan jalan parah yang disertai lubang menganga dan gorong-gorong jebol di tengah jalan. Warga Jatibarang dan pengguna jalan yang melintas menjadi pihak yang paling dirugikan dan terancam keselamatannya.
Ruas jalan utama Jatibarang menuju Tegalwulung. Kerusakan ini dilaporkan sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum bulan puasa, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Kondisi jalan menjadi sangat berbahaya karena air yang menggenang menyamarkan lubang gorong-gorong yang ambrol di separuh badan jalan. Akibatnya, banyak kendaraan sering terperosok ke dalam lubang tersebut.
Waidin salah satu warga Jatibarang mengungkapkan kekhawatirannya karena akses ini merupakan jalur vital ekonomi dan pendidikan. Saat hujan turun, jalanan berubah menyerupai sungai, di mana hanya air yang terlihat sementara lubang-lubang maut tersembunyi di bawahnya.
“Kami selaku warga Jatibarang memohon perhatian serius dari pemerintah terkait. Kerusakan ini sudah sangat lama, dari sebelum puasa sampai sekarang belum diperbaiki. Kami tidak ingin ada korban jiwa lebih banyak lagi akibat terperosok,” ujar Waidin.
Warga mendesak dinas terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan dan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam, agar mobilitas masyarakat kembali aman dan nyaman.
Heri tatto selaku aktivis YABPEKNAS mengatakan bahwa pekerjaan tersebut diduga asal – Asalan dan pihak Dinas PU kabupaten Brebes harusnya bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang di anggarkan dari APBD tahun 2025.
” Proyek ini dikerjakan tidak sesuai bestek karena pengawasan yang tidak maksimal, PELAKSANA pekerjaan diduga hanya fokus mengejar keuntungan,” pungkasnya.
(D. Miranoor)
















