SPKA Dorong Modernisasi Kereta Api Demi Tekan Risiko Kecelakaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanewa.net – Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menyampaikan 12 rekomendasi strategis untuk memperkuat keselamatan dan profesionalisme perkeretaapian nasional. SPKA menyampaikan rekomendasi tersebut dalam Rakernas SPKA 2026 dan Seminar Keselamatan Perkeretaapian Nasional.

SPKA menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Organisasi itu menilai tingginya jumlah pengguna kereta api menuntut sistem transportasi yang lebih aman dan modern.

SPKA meminta pemerintah dan operator segera menerapkan sistem Automatic Train Stop (ATS) serta Automatic Train Protection (ATP). Teknologi ini mampu mengurangi risiko human error dalam perjalanan kereta api.

SPKA juga mendorong percepatan pembangunan jalur double double track (DDT). Langkah itu penting untuk mengurangi kepadatan lintasan dan mencegah mixed operation.

Selain itu, SPKA meminta operator memasang ETCS Level-1 untuk meningkatkan perlindungan bagi masinis saat bertugas. Sistem tersebut dinilai penting dalam mendukung keselamatan operasional.

Baca Juga :  Komunitas Driver Bus dan Motor King Brebes Dukung Irjen. Pol. Ahmad Luthfi Maju Pilgub Jateng

Dalam rekomendasinya, SPKA menyoroti bahaya perlintasan sebidang. Karena itu, SPKA meminta pemerintah mempercepat pembangunan flyover, underpass, dan jalur tidak sebidang agar risiko kecelakaan menurun.

SPKA juga menilai kesejahteraan pekerja berperan besar terhadap profesionalisme kerja. Karena itu, SPKA meminta seluruh pekerja perkeretaapian memperoleh perhatian yang layak.

Di bidang tata kelola, SPKA mendorong pemisahan fungsi regulator dan operator. Langkah itu akan membuat pengawasan lebih fokus dan profesional.

SPKA turut mengusulkan pemisahan direktorat sarana dan prasarana. Tujuannya untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan efektivitas operasional.

Untuk operasional KRL, SPKA meminta pengelola lintas Bekasi-Cikarang mengutamakan aspek keselamatan. SPKA juga mendorong penyelesaian DDT serta penyusunan SOP khusus mixed operation.

Baca Juga :  TourFam 2025 KJK Tangerang Raya: Luncurkan Soundtrack Lagu Berjudul Satu Suara KJK

Selain itu, SPKA meminta PT KAI fokus pada bisnis inti perkeretaapian. Organisasi tersebut menilai penugasan di luar operasional utama dapat mengganggu fokus pelayanan transportasi.

Dalam aspek kepemimpinan, SPKA menegaskan pemilihan direksi dan komisaris harus mengutamakan kompetensi, profesionalisme, dan rekam jejak. SPKA menolak praktik yang mengutamakan faktor politik atau kedekatan kekuasaan.

SPKA juga meminta perusahaan menerapkan sistem reward, punishment, dan jenjang karier secara adil. Perusahaan harus menjalankan sistem tersebut secara transparan dan konsisten tanpa perlakuan khusus.

Melalui Rakernas SPKA 2026, SPKA menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan sistem perkeretaapian Indonesia yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Brebes Masih Berstatus Awas Kekeringan, BMKG Peringatkan Ancaman Krisis Air Bersih hingga Oktober
Senyum Anak-Anak di HUT Kabupaten Tangerang: Hiburan Rakyat Tanpa Biaya
Program RSU Siti Asiyah Bumiayu Beri Prioritas Pada Ibu Hamil, Perkuat Upaya Menjaga Kesehatan Ibu dan Bayi
Bos Warteg di Bojong Brebes Tewas Bersimbah Darah, Suami Diduga Terlibat
Pringsewu Lampung, Berawal dari Kampung Margakaya hingga Menjadi Kabupaten
Timnas Indonesia Otomatis Bermain Di Round 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030
Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026
Gebrakan Baru Komunitas Rakyat Memberi, Kasih Makan Gratis ke Pasien BPJS dan Nakes di Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Brebes Masih Berstatus Awas Kekeringan, BMKG Peringatkan Ancaman Krisis Air Bersih hingga Oktober

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Senyum Anak-Anak di HUT Kabupaten Tangerang: Hiburan Rakyat Tanpa Biaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Program RSU Siti Asiyah Bumiayu Beri Prioritas Pada Ibu Hamil, Perkuat Upaya Menjaga Kesehatan Ibu dan Bayi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bos Warteg di Bojong Brebes Tewas Bersimbah Darah, Suami Diduga Terlibat

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pringsewu Lampung, Berawal dari Kampung Margakaya hingga Menjadi Kabupaten

Berita Terbaru