Dinamikanews.net, Banjarnegara – Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan moral anak bangsa, PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda) hadir memberikan dukungan penuh terhadap program pembentukan karakter antikorupsi bagi siswa di Kabupaten Banjarnegara.
Langkah strategis ini merupakan wujud sinergi antara dunia perbankan, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam memperkuat benteng moral generasi muda dari ancaman perilaku koruptif sejak dini.
Kolaborasi strategis antara Inspektorat Daerah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banjarnegara, serta dukungan dunia usaha, terangkum dalam kegiatan penguatan integritas peserta didik bertajuk Banjarnegara Muda “Berani Jujur, Hebat Masa Depan” yang digelar di GOR SMP Negeri 1 Mandiraja.
BPR BKK Mandiraja mendukung upaya Pembentukan Karakter Antikorupsi Siswa melalui keterlibatannya dalam program penguatan integritas di Kabupaten Banjarnegara. Komitmen kuat ini diwujudkan untuk memperkuat benteng moral dan karakter generasi muda dari ancaman perilaku koruptif sejak dini.

Plt Direktur Utama PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda) D. Triristanto Budiono, SE, M.Si, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh gerakan penanaman budaya antikorupsi sejak dini di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini dengan memberikan puluhan paket alat tulis untuk siswa dan guru. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan motivasi tambahan bagi para siswa untuk giat belajar, sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan semangat antikorupsi sejak bangku sekolah,” ujar Triristanto.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa semangat antikorupsi dan transparansi yang digaungkan dalam program ini sejalan dengan langkah pembenahan yang tengah dilakukan di internal perusahaannya.
Saat ini, BPR BKK Mandiraja secara konsisten melakukan langkah bersih-bersih di internal perusahaan maupun jajaran karyawan.
Langkah ini diambil untuk memastikan BPR BKK Mandiraja senantiasa menjadi bank kepercayaan masyarakat yang menjunjung tinggi profesionalisme serta integritas tinggi, sehingga tetap menjadi lembaga perbankan primadona di Banjarnegara.
Kepala SMP Negeri 1 Mandiraja,Bambang Kuseno, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas penunjukan sekolahnya sebagai salah satu pilot project Sekolah Berintegritas di Kabupaten Banjarnegara, bersama SD Negeri 1 Banjarnegara di tingkat dasar.
“Pembentukan budaya integritas bukanlah kegiatan instan, melainkan proses berkelanjutan. Hari ini menjadi momen penting penguatan internalisasi nilai-nilai tersebut bagi siswa kami, khususnya kelas 9. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka membawa karakter berintegritas ini ke jenjang sekolah berikutnya,”tutur Bambang.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menegaskan bahwa penanaman karakter ini berlandaskan aturan hukum yang jelas dan mengedepankan praktik nyata kejujuran, kemandirian, serta keberanian berbuat baik.
Senada dengan hal tersebut, Inspektur Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan sangat komunikatif dan alami melalui dialog interaktif, bukan sekadar teori. Ia menambahkan bahwa konsep Sekolah Berintegritas menyangkut seluruh stakeholder, mulai dari guru, kepala sekolah, komite, hingga orang tua di mana tenaga pendidik turut mewujudkannya melalui akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Sementara itu, perwakilan Bidang Pengawas Internal Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Banjarnegara, Rahman Hidayat Nilam, menekankan pentingnya keberanian menyampaikan masukan secara konstruktif dan beretika yang didukung data serta bukti valid guna mencegah segala potensi penyimpangan sejak dini.(MG01)















