“Sekaligus, membiasakan pelajar menggunakan kendaraan umum. Sekarang ini, baru 15 golongan kategorinya, pelajar ini belum masuk,” kata Nova dalam keterangan tertulis, Rabu.

Menurut dia, kebijakan tersebut relevan karena Transjakarta memiliki jaringan rute yang luas dan halte yang berada di berbagai kawasan, termasuk dekat dengan sekolah.

Baca Juga :  Atap Rumah Ambruk di Curug Kulon, Korban Mengungsi Sebulan Lebih, Bantuan Belum Jelas

Nova mencontohkan di kawasan Tebet, misalnya terdapat sejumlah sekolah yang dilalui jaringan Transjakarta, sehingga dapat mempermudah mobilitas pelajar menuju dan pulang dari sekolah.

Pemberian layanan gratis bagi pelajar melalui Transjakarta, lanjut dia, dapat menjadi alternatif selain bus sekolah yang belum menjangkau seluruh rute perjalanan di Jakarta.

“Kalau Transjakarta kan sudah mempunyai rute-rutenya. Hampir seluruh rute yang ada di Jakarta,” ujar Nova.

Dia mengatakan kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelajar yang sudah menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), tetapi juga seluruh pelajar memperoleh kesempatan untuk menggunakan transportasi publik secara gratis.

Baca Juga :  Menkes: Ada Tiga Strategi Untuk Sukseskan Program Imunisasi Nasional

Terkait skema dan kategori, kata Nova, dapat dikaji lebih lanjut.

Dia pun berharap Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera mengkaji usulan tersebut, baik dari sisi teknis maupun kemampuan layanan.

“Saya rasa itu sangat penting sekali. Itu terobosan,” pungkas Nova.