Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum, Sosialisasi dan Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net — Suasana penuh makna menyelimuti Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (8/9/2026). Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum, Sosialisasi Pengawasan, Klarifikasi Laporan Masyarakat, dan Penguatan Integritas di Lingkungan Pemerintah Daerah, yang dihadiri seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes, serta Camat se-Kabupaten Brebes. Hadir sebagai narasumber utama Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Muhammad Indra Muda Nasution bersama Komisi Kejaksaan RI, Nurohman.

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, hadir langsung dan memberikan sambutan yang tegas namun membangun, mengingatkan seluruh aparatur bahwa integritas dan pengawasan adalah fondasi utama pelayanan publik.

Bupati membuka sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini dalam keadaan sehat walafiat. Tanpa berpanjang lebar, beliau langsung menegaskan pesan inti:

“Integritas tidak bisa ditawar. Pengawasan juga tidak bisa diatur-tawar. Uang yang kita kelola adalah uang rakyat Brebes. Kalau ada yang bermain-main, saya tidak akan menutup mata — hukum akan berjalan.”

Baca Juga :  *Serap Aspirasi Warga, Polresta Tangerang Dirikan 'Warung Bhabin' Di Panongan.*

Namun, Bupati juga menyampaikan kegelisahan yang mendalam. Ia melihat adanya pejabat yang lambat mengambil keputusan — bukan karena tidak paham, melainkan karena takut: takut dilaporkan, takut diperiksa. Padahal, program-program yang jelas manfaatnya justru tertunda, dan yang menanggung akibatnya adalah masyarakat yang menunggu, terutama masyarakat kecil yang paling membutuhkan.

“Yang perlu kita takuti bukanlah pemeriksaan, melainkan niat yang salah, konflik kepentingan, manipulasi, dan keuntungan pribadi. Jika keputusan diambil dengan niat baik, prosedur yang benar, dan proses yang tercatat rapi — tidak ada alasan untuk gentar,” tegasnya.

Bupati menegaskan bahwa forum ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan justru sebaliknya — Kejaksaan dan Komisi Kejaksaan hadir untuk menjelaskan batasan-batasan hukum. Semakin jelas batasannya, semakin percaya diri aparatur dalam bekerja. Pengawasan yang baik bukan untuk menghentikan langkah, melainkan memberikan kejelasan arah.

Baca Juga :  Padat Karya Irigasi Kementerian PU Tahun 2024 Jangkau 12.000 Lokasi

“Setiap laporan wajib kita hormati dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme. Namun laporan adalah informasi yang harus diperiksa — bukan langsung divonis. Jangan sampai laporan yang benar diabaikan, dan jangan pula setiap tuduhan langsung dianggap bukti kesalahan.”

Langkah yang harus dipegang teguh: periksa — klarifikasi — putuskan secara objektif. Cara ini sekaligus melindungi masyarakat yang melapor, dan melindungi pejabat yang bekerja dengan benar.

Di akhir sambutannya, Bupati Paramitha meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, menyampaikan keraguan, dan mencari solusi bersama para narasumber yang hadir. Beliau menegaskan harapannya:

“Saya membutuhkan jajaran yang berani bekerja, taat aturan, cepat memutuskan, akuntabel, berani berinovasi, dan tetap menjaga integritas. Saya tidak ingin jajaran saya takut bekerja — saya menginginkan jajaran saya tahu batasan. Dan kalau sudah benar, jangan ragu untuk melangkah!”

(D. Miranoor)

Berita Terkait

DAHSYATNYA LETUSAN GUNUNG KRAKATAU TAHUN 1883, PERISTIWA YANG MENGGUNCANG DUNIA
Bupati Imbau Warga Gunakan Masker Antispasi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Tembus 10 Besar, Pelajar Brebes Buktikan Semangat ‘Brebes Berprestasi Dalam Dunia Olahraga
Anak Gunung Krakatau Meletus, Abu Vulkanik Meluas hingga Wilayah Jakarta
Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terbawa Angin hingga Tangerang, Bupati Imbau Warga Gunakan Masker
Sijago Merah Melumat Rumah Seorang Nelayan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:17 WIB

Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum, Sosialisasi dan Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 05:44 WIB

DAHSYATNYA LETUSAN GUNUNG KRAKATAU TAHUN 1883, PERISTIWA YANG MENGGUNCANG DUNIA

Senin, 7 September 2026 - 19:53 WIB

Bupati Imbau Warga Gunakan Masker Antispasi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 14:29 WIB

Tembus 10 Besar, Pelajar Brebes Buktikan Semangat ‘Brebes Berprestasi Dalam Dunia Olahraga

Senin, 7 September 2026 - 12:51 WIB

Anak Gunung Krakatau Meletus, Abu Vulkanik Meluas hingga Wilayah Jakarta

Berita Terbaru