Sempat Dikunjungi Wapres dan Kapolri, Lahan Jagung di Desa Bantar Panjang Tigaraksa Terancam Gagal Panen

Minggu, 28 Desember 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanaman Jagung program ketahanan pangan nasional di Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kondisinya kering dan busuk. Tanaman yang seharusnya tumbuh subur justru tampak terbengkalai, jauh dari klaim keberhasilan yang disampaikan dalam pemberitaan seremonial sebelumnya.

Lokasi tersebut sebelumnya dikunjungi oleh Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran menteri hingga Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam rangka penanaman jagung serentak kuartal IV yang diinisiasi Polri.

Program penanaman jagung serentak di Kabupaten Tangerang* yang digadang-gadang sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional kini dipertanyakan keras.

Aktivis Tangerang, Gandi Sadewa, menyebut program tersebut gagal total di lapangan dan patut diduga hanya menghabiskan anggaran negara tanpa hasil nyata. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan kondisi tanaman jagung kering, menguning, dan tidak berkembang.

“Ini gagal total. Kalau jagungnya mati seperti ini, lalu di mana ketahanan pangannya? Yang hidup justru acaranya, bukan tanamannya,” katanya, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga :  Polresta Tangerang Gelar Kajian dan Doa Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Pengabdian dan Tebar Kepedulian

Seremoni Negara, Realitas Lapangan Memprihatinkan

Gandi menilai program tanam jagung lebih menonjolkan agenda simbolik dan pencitraan pejabat, sementara aspek teknis pertanian dan keberlanjutan sama sekali diabaikan. Menurutnya, kegiatan ini hanya berhenti pada penanaman awal tanpa pengawalan hingga panen.

“Negara hadir lengkap, pejabat datang, kamera menyala. Tapi setelah itu lahan dibiarkan. Kalau hasilnya mati seperti ini, publik berhak menyebut program ini gagal,” ucapnya. Anggaran Besar, Hasil Nol

Meski angka anggaran tidak pernah dibuka secara rinci, Gandi menegaskan mustahil kegiatan skala nasional dengan pelibatan banyak institusi negara tidak menyedot anggaran besar. Mulai dari pengadaan benih, pupuk, alat, logistik, hingga biaya kegiatan.

“Kalau uang rakyat dipakai tapi jagungnya mati, itu bukan sekadar gagal teknis. Itu pemborosan anggaran. Dan pemborosan ini bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Kualitas Proyek Pertanian Tidak Sesuai Bestek, Petani Sebagai Penerima Manfaat Jadi Korban!

 

Petani dan Warga Tangerang Dirugikan

Gandi menyebut, kegagalan ini bukan sekadar soal tanaman, tetapi berdampak langsung pada petani lokal dan masyarakat Tangerang yang dijadikan objek program nasional tanpa kepastian hasil. “Petani dijanjikan ketahanan pangan, yang datang justru lahan gagal panen. Tangerang jangan dijadikan panggung proyek nasional yang hasilnya nihil,” katanya.

Desak Audit dan Hentikan Proyek Serupa

Aktivis Tangerang mendesak:

Audit menyeluruh atas program tanam jagung di Kabupaten Tangerang.

Pembukaan total anggaran dan mekanisme pelaksanaan program.

Penghentian program tanam simbolik yang tidak berbasis kesiapan lahan dan pendampingan serius.

“Kalau negara serius soal pangan, ukurannya panen, bukan publikasi. Selama jagung di Tangerang gagal, klaim keberhasilan itu bohong,” tutup Gandi.

Berita Terkait

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani
BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Krisis Air Bersih Meluas di Brebes, 19 Desa Minta Bantuan Air
20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya
Kekeringan Brebes Makin Meluas, Petani Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang
Aktivis Desa Cirarab Desak Pembayaran Ganti Rugi Trase Jalan Tol Serbaraja Dipercepat.
Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama Eselon II

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:16 WIB

BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Krisis Air Bersih Meluas di Brebes, 19 Desa Minta Bantuan Air

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:19 WIB

20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya

Berita Terbaru

Berita

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:38 WIB