Menaker Yassierli Tekankan Produktivitas Nasional Hadapi Masa Depan Kerja

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok, Dinamikanews.net – Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D. menegaskan bahwa peningkatan produktivitas nasional dan penguatan keterampilan digital menjadi fondasi utama dalam menghadapi masa depan dunia kerja yang semakin tidak pasti. Penegasan tersebut disampaikan saat Pelantikan Badan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Politeknik Negeri Jakarta dan Stadium Generale di Gedung Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Minggu, 14 Desember 2025.

Dalam paparannya, Yassierli menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini berada dalam lanskap VUCA yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian tinggi, kompleksitas persoalan, dan ketidakjelasan arah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Ia menilai bahwa ketidakpastian global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dampak lanjutan pandemi COVID-19, telah memengaruhi kesiapan lulusan baru yang masuk ke dunia kerja.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menjadikan Gerakan Peningkatan Produktivitas Nasional sebagai agenda strategis. Program ini mencakup penyiapan tenaga ahli produktivitas, skema sertifikasi, pembentukan komunitas, pengembangan klinik produktivitas, serta kerja sama dengan perguruan tinggi melalui pendirian pusat produktivitas. Yassierli menyebut inisiatif ini telah menjadi fokus sejak awal masa jabatannya sebagai menteri.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Pengurus DPP PDIP 2025-2030, Hasto Terpental

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan digital yang tidak selalu harus diperoleh melalui jalur pendidikan formal. Menurutnya, tingkat kemahiran digital di Indonesia masih belum optimal, sehingga pembelajaran berkelanjutan dan upskilling menjadi kebutuhan mendesak. Data menunjukkan bahwa sekitar 59 persen angkatan kerja perlu meningkatkan keterampilannya untuk tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Dalam konteks perubahan pekerjaan, Yassierli memaparkan bahwa pergeseran teknologi telah mengubah banyak peran kerja, dari yang bersifat manual menuju keterampilan berbasis teknologi dan inovasi. Pada 2030 mendatang, diperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi hilang atau tergantikan. Bahkan, sebagian besar jenis pekerjaan yang saat ini tumbuh pesat belum dikenal dua dekade lalu.

Baca Juga :  Banjir Lahar Gunung Semeru Tenggelamkan 15 Rumah Warga di Lumajang, Jawa Timur

Ia menekankan bahwa tantangan tersebut menjadi tanggung jawab bersama, termasuk bagi dosen dan perguruan tinggi, untuk mencetak lulusan yang adaptif, agile, dan memiliki daya saing global. Model penguasaan kompetensi pun perlu berkembang, dari sekadar penguasaan satu keahlian menuju kombinasi keterampilan teknis, kognitif, dan sosial yang saling melengkapi. Inovasi dan kreativitas dinilai sebagai kata kunci agar lulusan mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan.

Menutup sambutannya, Yassierli menggarisbawahi bahwa kemampuan paling penting untuk masa depan kerja adalah learning agility, diikuti oleh design thinking, kecerdasan emosional, kolaborasi, dan inklusivitas. Ia berharap alumni Politeknik Negeri Jakarta dapat berperan aktif dalam membangun kolaborasi dengan civitas akademika dan dunia industri, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di tengah lanskap global yang semakin menantang.

Berita Terkait

ESDM Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Walau Kurs Rupiah Rp17.877
Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan Empat Kesepakatan Baru
Danantara Indonesia Trust Luncurkan Tiga Kemitraan Strategis
Kemenhut Tegaskan Peluang Investasi Kehutanan Untuk Perdagangan Karbon
Program MBG serap 1,28 juta pekerja gerakkan perekonomian nasional
Presiden Resmikan 1.061 KDKMP di Jateng–Jatim, Banjarnegara Siapkan 78 Titik Operasional
Prabowo: Amankan Stok Pangan Dalam Negeri Hadapi Krisis Global
Presiden RI Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Bupati Tangerang Dorong Ekonomi Tumbuh dari Desa

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:22 WIB

ESDM Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Walau Kurs Rupiah Rp17.877

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:20 WIB

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan Empat Kesepakatan Baru

Senin, 25 Mei 2026 - 23:57 WIB

Danantara Indonesia Trust Luncurkan Tiga Kemitraan Strategis

Senin, 25 Mei 2026 - 12:23 WIB

Kemenhut Tegaskan Peluang Investasi Kehutanan Untuk Perdagangan Karbon

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:47 WIB

Program MBG serap 1,28 juta pekerja gerakkan perekonomian nasional

Berita Terbaru

Berita

Balon Api Jatuh Nyaris Bakar Lahan Tebu di Magetan

Senin, 1 Jun 2026 - 19:19 WIB

Berita

UNTARA Berbagi Daging Qurban Idul Adha 1447 H

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:15 WIB