Kemensos Dampingi Anak yYatim Piatu Yang Kecanduan Menghirup BBM

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pendampingan intens bagi H (11) anak yatim piatu asal Sukabumi, Jawa Barat, yang kerap membuka tangki sepeda motor milik warga untuk mencium bau Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Sentra Phalamartha Febraldi di Jakarta, Sabtu, mengatakan kunjungan lanjutan terhadap H pada 8 Juli 2026 untuk memantau perkembangan kondisinya, sekaligus mengevaluasi intervensi sebelumnya. Asesmen juga menjadi dasar penyusunan rencana layanan lanjutan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan serta layanan sesuai kebutuhannya. Kementerian Sosial terus melakukan asesmen, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, berkelanjutan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Febraldi.

Berdasarkan hasil asesmen, katanya, H termasuk kelompok anak penyandang disabilitas sensorik dengan hambatan pendengaran dan hambatan bicara. Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia pada 2025, H kini diasuh oleh kakak kandungnya.

Baca Juga :  Adu Skill, Kompetisi Konversi Motor Listrik PLN Diikuti 20 Sekolah Kejuruan

“Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, pengasuhan dilakukan semaksimal mungkin, meski pengawasan belum dapat berlangsung secara optimal karena kondisi pekerjaan keluarga,” ujarnya.

Dia menjelaskan kakak yang sekaligus menjadi wali H mengaku menghadapi tantangan dalam merawat adiknya karena keterbatasan kemampuan keluarga.

Selain itu, katanya, H juga mengalami hambatan komunikasi karena belum menguasai bahasa isyarat sehingga kesulitan menyampaikan kebutuhan maupun emosinya. Saat ini H telah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan mengikuti pembelajaran secara rutin.

Hasil asesmen menunjukkan adanya perkembangan perilaku yang positif sejak H bersekolah di SLB. Perilaku mengambil barang milik orang lain, masuk ke rumah warga tanpa izin, merusak barang, maupun meludah sembarangan telah jauh berkurang.

Namun demikian, katanya, H masih berulang kali mencium bau BBM, sehingga memerlukan pendampingan dan penanganan secara berkelanjutan karena berpotensi membahayakan keselamatan anak.

Selain itu H masih menjalani pengobatan secara rutin oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) melalui layanan rawat jalan serta sedang menjalani penanganan lanjutan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sesuai rujukan medis.

Baca Juga :  Pulau Cangkir Semrawut, Pungli Merajalela

“Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, serta keluarga untuk menyusun intervensi yang komprehensif sesuai kebutuhan H. Hasil pemeriksaan medis lanjutan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan rehabilitasi sosial yang paling tepat,” katanya.

Apabila hasil asesmen menunjukkan perilaku berisiko masih berulang dan keselamatan anak belum dapat terjamin melalui pengasuhan berbasis keluarga, Kemensos akan mempertimbangkan rujukan ke sentra rehabilitasi yang ramah anak dan memiliki kapasitas memberikan layanan bagi anak penyandang disabilitas pendengaran dan bicara.

“Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan, pengembangan kemampuan komunikasi, pembinaan perilaku, serta penguatan fungsi sosial anak dengan tetap melibatkan keluarga dalam proses rehabilitasi,” ujarnya.

Berita Terkait

Harga Pangan di Brebes Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
Ledakan di Gudang MBG Pasar Cimanggis Ciputat, Enam Ruko Rusak
Dana Darurat Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tetapkan Lima Tersangka di BNPB
DWP Brebes Ajak Keluarga Saling Menata Keharmonisan, Bersinergi, dan Bijak Mengelola Warisan
Pasien Berpeluang Mendapat Layanan Jantung di Brebes, Pemkab Usulkan Revitalisasi RSUD
Tasyakuran Hari Jadi Tigaraksa ke-394: Merawat Ingatan, Memperkuat Persatuan
KPK Tahan Lima Orang Usai OTT BNPB
Pemekaran Brebes Selatan Kembali Disorot, DPRD Jateng Upayakan Paripurna Akhir Oktober 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Harga Pangan di Brebes Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Ledakan di Gudang MBG Pasar Cimanggis Ciputat, Enam Ruko Rusak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Dana Darurat Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tetapkan Lima Tersangka di BNPB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:55 WIB

DWP Brebes Ajak Keluarga Saling Menata Keharmonisan, Bersinergi, dan Bijak Mengelola Warisan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:04 WIB

Tasyakuran Hari Jadi Tigaraksa ke-394: Merawat Ingatan, Memperkuat Persatuan

Berita Terbaru