Jakarta, Dinamikanews.net – Pakar Onkologi Parkway Cancer Centre Singapura Dr See Hui Ti mengatakan vaksin Human Papillomavirus (HPV) dan dukungan komunitas efektif untuk mencegah kanker serviks atau leher rahim pada perempuan.
“Tidak ada cara yang lebih efektif selain vaksinasi. Sebagai orang Indonesia, jika anda memiliki anak baik laki-laki maupun perempuan, maka vaksinasi HPV sesuai anjuran pemerintah yang kini sudah digulirkan sejak usia sekolah adalah cara yang paling benar,” katanya dalam diskusi bersama media di Jakarta Selatan, Kamis (16/7).
See Hui Ti juga menegaskan pentingnya dukungan komunitas bagi perempuan untuk mencegah kanker serviks secara lebih efektif, karena pencegahan melalui vaksinasi, tips hidup sehat, tak akan ada gunanya apabila seorang perempuan tumbuh di lingkungan tanpa dukungan komunitas yang suportif.
“Jadi, jika kita memutuskan untuk memiliki anak ketika menikah, dengan bapak/ibu atau lingkungan yang bersedia untuk mendukung tumbuh kembang anak, atau seluruh keluarga menjadi komunitas pendukung, sebetulnya di situlah kuncinya. Alasan utama seseorang bisa hidup panjang umur itu jika dia hidup di komunitas yang sehat dan mendukung penuh setiap perempuan untuk lebih sehat,” paparnya.
Ia juga mengemukakan pentingnya perempuan bahagia atau merasa aman dengan dirinya sendiri karena berbagai pengobatan atau langkah-langkah preventif dalam mencegah kanker tidak akan efektif jika perempuan tidak bisa menjaga kesehatan fisik maupun mentalnya sendiri.
“Sekarang para perempuan muda memiliki lebih banyak pilihan, ada yang ingin menikah atau tidak menikah, tetapi ketika berumur 60 tahun, kita perlu keluarga atau komunitas yang mendukung kita di masa tua. Jadi, perempuan juga harus bisa menemukan kawan suportif yang mendukungnya di usia tua. Yang paling penting yakni menjaga kesehatan mental diri sendiri dan menjaga agar lingkungan tetap suportif,” tuturnya.
Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan vaksin HPV secara gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Vaksin ini wajib untuk mencegah kanker serviks dan diberikan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus dan November.
Program nasional ini menyasar anak usia 11 dan 12 tahun, serta diberikan sebanyak dua dosis. Pemberian vaksin HPV dinilai sangat penting dan efektif untuk menekan angka kematian akibat kanker leher rahim yang angkanya masih cukup tinggi di Indonesia.
Kemenkes menargetkan cakupan vaksin HPV tersebut sebanyak 90 persen pada anak perempuan usia 15 tahun di tahun 2030. Pencapaian ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya pencegahan kanker leher rahim, yang merupakan ancaman kesehatan serius pada perempuan.















