Libatkan TNI dan Satpol PP, Polres Batang Gelar Operasi Premanisme Skala Besar

Minggu, 11 Mei 2025 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang, Dinamikanews.net – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur panjang, Kepolisian Resor (Polres) Batang menggelar operasi pemberantasan premanisme berskala besar pada Sabtu (10/5/2025).

Sebanyak 170 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, melibatkan unsur TNI, Satpol PP, serta anggota kepolisian.

Apel kesiapan digelar di halaman Mapolres Batang dan dipimpin langsung oleh Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama masa libur panjang.

“Libur panjang seperti ini biasanya diiringi dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota. Oleh karena itu, kehadiran aparat keamanan, khususnya Polri, sangat penting guna menjamin ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar AKBP Edi.

Ia menambahkan, operasi ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang disampaikan melalui Kapolri, guna menindak tegas segala bentuk praktik premanisme yang meresahkan masyarakat dan mengganggu roda perekonomian.

Baca Juga :  Jelang Gelaran Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2024

Tak hanya itu, pada 12 Mei 2025 mendatang, Polres Batang juga akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan bekerja berbarengan dengan pelaksanaan Operasi Candi.

“Premanisme yang menjadi target kami bukan hanya soal pungutan liar, tapi juga meliputi aksi geng motor, tawuran antar kelompok remaja, hingga penyalahgunaan narkotika jenis kreak. Semua ini sangat mengganggu ketenteraman masyarakat dan berpotensi merusak iklim investasi,” paparnya.

Operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah atas instruksi langsung dari Kapolda Jawa Tengah.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan prinsip preemtif, preventif, dan humanis, sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kita ingin menjaga keamanan masyarakat. Namun, perlu saya ingatkan kepada seluruh personel agar tidak bertindak berlebihan atau melanggar prosedur, karena hal tersebut justru bisa memunculkan persepsi negatif terhadap institusi,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Raih 3 Penghargaan pada Ajang Digiwara Award 2025

AKBP Edi juga menjelaskan, pelaksanaan operasi akan dibagi ke dalam lima sif untuk menjangkau wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai lokasi rawan premanisme.
Operasi ini tidak hanya berlangsung di pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah perbatasan dan tempat-tempat publik seperti terminal, pasar tradisional, stasiun, dan pusat keramaian lainnya.

Ia berharap, kehadiran aparat gabungan ini dapat memberikan rasa aman yang nyata bagi masyarakat serta menekan ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan.

“Semua elemen masyarakat berhak menikmati libur panjang dengan nyaman. Kami ingin memastikan bahwa mereka bisa beraktivitas, berlibur, dan bertransaksi tanpa rasa khawatir akan gangguan dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” katanya.

Kapolres menegaskan, langkah ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ketertiban umum.

“Kami tidak ingin sekadar menangkap. Kami ingin membina dan mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa tindakan premanisme bukan hal yang bisa ditoleransi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Individu Bunga Rafflesia Mekar di Hutan Palupuh Agam
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen
DLH Kota Tangerang Gelar Sidak ke CV Wani Sugih Sejahtera, Klarifikasi Aduan Limbah B3
Perkuat Sinergi Lintas Negara, Rutan Batam Terima Kunjungan Kerja Delegasi Penjara Malaysia
Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak
Buronan Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri
Merasa Diabaikan. Pengusaha UMKM Konveksi Terancam Gulung Tikar. 

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:27 WIB

Dua Individu Bunga Rafflesia Mekar di Hutan Palupuh Agam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:38 WIB

Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:18 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Negara, Rutan Batam Terima Kunjungan Kerja Delegasi Penjara Malaysia

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:32 WIB

Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak

Berita Terbaru