BREBES, Dinamika news.net – Setelah 24 hari menanti kepastian, jenazah Rahmat Dani (31), korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Dukuh Waru, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Rahmat Dani sebelumnya dinyatakan hilang setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Dani saat itu berada di kapal bersama sepupunya, Fajar Ramadhan, dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Ditemukan pada Hari ke-16
Setelah operasi pencarian berlangsung, jenazah Rahmat Dani akhirnya ditemukan di wilayah pesisir Kalimantan Timur pada hari ke-16 pencarian.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi. Identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan medis serta barang atau pakaian yang melekat pada tubuh korban.
Salah satu petunjuk yang dikenali keluarga adalah hoodie milik Dani. Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga memperoleh kepastian bahwa jenazah tersebut merupakan Rahmat Dani.
Diberangkatkan dari Banjarmasin
Setelah identitas dipastikan pada Selasa, 6 Oktober 2026, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke Brebes.
Jenazah kemudian diberangkatkan dari Banjarmasin pada Selasa, 6 Oktober 2026 menggunakan penerbangan kargo pertama. Seluruh biaya pemulangan jenazah disebut ditanggung oleh manajemen Kapal Virgo.
Tiba di Pagojengan
Pada Rabu, 7 Oktober 2026 sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah Rahmat Dani tiba di rumah duka di Dukuh Waru, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes.
Kedatangannya disambut tangis keluarga, orang tua, kerabat, dan warga yang sejak pagi menunggu. Kepulangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian keluarga selama 24 hari.
Setelah disemayamkan, jenazah Rahmat Dani kemudian dimakamkan di TPU Krajan, Desa Pagojengan.
Sementara itu, duka keluarga belum sepenuhnya berakhir. Fajar Ramadhan, sepupu Rahmat Dani yang turut berada di KMP Virgo Transport 8, masih dalam pencarian. Orang tua Fajar juga masih berada di Banjarmasin untuk menunggu perkembangan pencarian.
(D. Miranoor)















