Serang, – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 mendorong pelaku UMKM di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha melalui workshop “UMKM Unggul: Strategi Digital Marketing dan Manajemen Keuangan yang Berkelanjutan”, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini membekali pelaku UMKM dengan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, manajemen keuangan, serta pentingnya kesiapan mental dan pola pikir dalam menghadapi persaingan usaha. Peserta juga diajak memahami pentingnya pengelolaan usaha yang terarah agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Selain workshop, mahasiswa KKM Kelompok 24 memberikan pendampingan langsung dalam penguatan branding dan legalitas usaha. Pendampingan meliputi pembuatan logo, desain packaging, banner usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memiliki identitas usaha yang lebih profesional serta meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan usaha secara legal dan kompetitif.
Koordinator Bidang 2 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif, Lia, mengatakan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan kemampuan beradaptasi sekaligus fondasi usaha yang kuat.
“Kami berharap para pelaku UMKM tidak lagi sekadar menjalankan usaha secara konvensional, tetapi mampu bertransformasi menuju bisnis yang berbasis digital dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami juga ingin membantu mereka memiliki identitas dan legalitas usaha yang lebih baik, sehingga usaha yang dibangun tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memiliki fondasi untuk berkembang dalam jangka panjang,” ujar Lia.
Sementara itu Kepala Desa Ranjeng, Sapta Mulyana, S.Hum., mengapresiasi kegiatan dan pendampingan yang diberikan mahasiswa KKM kepada pelaku UMKM.
“Kami mengapresiasi mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa yang telah memberikan perhatian kepada pelaku UMKM. Kegiatan ini memberikan wawasan sekaligus pendampingan yang dibutuhkan masyarakat, terutama dalam mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas usaha. Kami berharap apa yang diberikan dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi perkembangan UMKM di Desa Ranjeng,”ujar Sapta Mulyana.
Melalui workshop dan pendampingan tersebut, KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 berupaya mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi, memperkuat identitas dan legalitas usaha, serta mampu mengelola bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.















