Indonesia Kenalkan Tempe Ke Komunitas Kuliner San Fransisco

Senin, 11 Mei 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Fransisco memperkenalkan tempe kepada sekitar 140 orang dari anggota organisasi yang mempromosikan gaya hidup vegan San Francisco Vegan Society (SFVS) hingga komunitas kuliner.

Kegiatan ini menampilkan sesi pengenalan sejarah dan budaya tempe, lokakarya pembuatan tempe, demonstrasi masakan vegan Indonesia, serta ditutup dengan jamuan makan siang berbahan dasar tempe dan kuliner nabati Nusantara, demikian pernyataan KJRI San Fransisco pada senin (11/5/2026).

Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, menekankan bahwa tempe lebih dari sekadar makanan sehari-hari, dan merupakan bagian dari warisan kuliner Indonesia yang lahir dari teknik pengolahan pangan asli Indonesia serta berkembang melalui pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga :  Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah Kawal Desa Sodong Menuju Juara Provinsi Banten

“Tempe adalah contoh indah pertemuan antara kekayaan hayati dan kebudayaan. Di dalamnya ada kedelai, ada jamur Rhizopus oligosporus, dan ada tradisi fermentasi yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia,” kata Konjen Yohpy.

Ia juga menyoroti dimensi hubungan Indonesia-Amerika Serikat dalam perjalanan tempe. Sebagian besar tempe di Indonesia saat ini dibuat dari kedelai yang dibudidayakan oleh petani Amerika. Sebaliknya, teknik membuat tempe berasal dari tradisi pangan Indonesia yang kini semakin dikenal di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Bantuan 100 Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Sarana Transportasi Modern Ramah Lingkungan 

“Dengan pemahaman ini, tempe juga menjadi simbol persahabatan kedua bangsa. Tempe menunjukkan bagaimana pangan dapat mempertemukan bangsa, budaya, dan negara,” tambah Konjen.

Acara tersebut juga berlangsung di tengah upaya Pemerintah Indonesia menominasikan budaya pembuatan tempe ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Keputusan atas nominasi tersebut diharapkan diumumkan pada tahun ini. Pengakuan tersebut dipandang penting untuk mengukuhkan kedudukan tempe sebagai tradisi pangan yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

Dukungan terhadap nominasi tersebut juga disampaikan oleh Wakil Presiden SFVS, Ravinder Sehgal, dengan menegaskan bahwa budaya pembuatan tempe layak memperoleh pengakuan global.

Berita Terkait

Rocky Gerung Resmi Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo
Launching Bulan Pemuda 2026, KNPI Tangsel Hadirkan Beragam Program untuk Pemuda
Aksi Jumat Bersih di Kemukten Kersana Warga dan TNI-Polri, Wujud Kepedulian Organisasi Masyarakat Hingga Warga
Badan Gizi Nasional Buka 15 SPPG 3T di Papua Barat Daya
Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026
KAPOLRI BARU — DIJABAT OLEH KOMJEN POL. SUYUDI ARIO SETO  
Kecelakaan 2 Sepeda Motor Keserempet Kereta Api,Di Pintu Rel Pekauman, Belakang Alun- Alun Brebes
Apartemen Lapas Dibongkar, Tanahnya Tetap Milik Pemkab Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Rocky Gerung Resmi Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Launching Bulan Pemuda 2026, KNPI Tangsel Hadirkan Beragam Program untuk Pemuda

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Aksi Jumat Bersih di Kemukten Kersana Warga dan TNI-Polri, Wujud Kepedulian Organisasi Masyarakat Hingga Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:55 WIB

KAPOLRI BARU — DIJABAT OLEH KOMJEN POL. SUYUDI ARIO SETO  

Berita Terbaru

Pariwisata

Sejarah Kota Lama Semarang Dengan Tampilan Ikonik

Sabtu, 3 Okt 2026 - 06:02 WIB