BKSDA Selamatkan Induk Dan Anak Orangutan Yang Terjerat di Kotim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampit, Dinamikanews.net – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah berhasil menyelamatkan dua individu orangutan, terdiri atas seekor induk dan anaknya yang masih berusia sekitar 10 bulan di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat dini hari.

“Induk orangutan yang diperkirakan berusia 25 tahun kami beri nama Gadis, sedangkan anaknya yang berjenis kelamin jantan dan berusia sekitar 10 bulan diberi nama Garis,” kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Sabtu (24/10).

Ia menjelaskan, penyelamatan tersebut dilakukan setelah petugas menerima laporan kemunculan dua individu orangutan di wilayah Desa Kandan pada Kamis (22/10) sore. Informasi awal disampaikan oleh Awil, seorang Aktivis Lingkungan Sampit, sekitar pukul 16.49 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas BKSDA Pos Sampit menghubungi warga setempat bernama Karyadi untuk memastikan keberadaan satwa dilindungi itu sekaligus memperoleh informasi mengenai pergerakannya.

Berdasarkan keterangan warga, kedua orangutan tersebut merupakan satwa yang sebelumnya telah dicari petugas pada Senin (12/10). Saat itu, petugas BKSDA Pos Sampit telah mendatangi lokasi untuk melakukan observasi, tetapi keberadaan orangutan belum berhasil ditemukan.

Baca Juga :  Danrem 031/WB Sambut Kunjungan Kerja KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Korem 031/WB

Setelah menerima informasi terbaru, petugas meminta warga dan aktivis lingkungan terus memantau pergerakan kedua satwa tersebut. Informasi itu kemudian dilaporkan ke Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng.

“Kami segera melapor ke pimpinan di Pangkalan Bun untuk menindaklanjuti upaya penyelamatan,” ujarnya.

Kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) bergerak menuju Kota Sampit, Kotim.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat (23/10) dan langsung melakukan operasi penyelamatan di Desa Kandan.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan induk dan anak orangutan. Pemeriksaan awal kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik keduanya, terutama kemungkinan adanya luka atau gangguan akibat jerat maupun faktor lain di lingkungan sekitar.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tali yang melilit pergelangan tangan kiri dan kanan induk orangutan. Tali tersebut kemudian diputus untuk melepaskan jeratan yang menempel pada tubuh orangutan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  BRI BO BSD Raih Predikat “The Best Roleplay” pada Ajang MRI Service Champion

Muriansyah menyebutkan, luka yang cukup parah ditemukan pada bagian bekas lilitan tali di kedua pergelangan tangan induk orangutan. Petugas menduga kuat tali tersebut merupakan jerat yang biasa digunakan untuk menangkap babi.

Luka yang dialami Gadis selanjutnya mendapatkan penanganan dari dokter. Pemeriksaan dan perawatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi induk orangutan setelah berhasil dilepaskan dari jeratan.

Operasi penyelamatan melibatkan tim BKSDA Kalteng Seksi KSDA Wilayah II, OFI, serta sejumlah aktivis lingkungan di Sampit. Kegiatan tersebut juga mendapat bantuan anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur.

Proses penyelamatan itu disaksikan langsung oleh Brigjen Pol Tory Kristianto dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri.

Setelah seluruh rangkaian penyelamatan dan pemeriksaan awal selesai, tim bergerak kembali menuju Pangkalan Bun sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat dini hari.

Dalam kesempatan itu, Muriansyah juga menyampaikan terimakasih atas kepedulian warga yang segera melaporkan keberadaan satwa liar yang dilindungi kepada petugas dapat ditangani secara tepat dan tidak membahayakan satwa maupun warga.

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes Senilai Rp6,3 Miliar Mulai Digarap, Warga Diminta Awasi Kualitas Proyek
Pemkab Brebes Siapkan Anggaran Rp270 Miliar untuk Atasi Banjir Sungai Babakan, Lelang Ditargetkan 28 Oktober 2026
BRIN Ungkap 9 Jenis Mangrove Dari Aceh Berpotensi Sebagai Tanaman Obat
Sebanyak 394 Yatim Duafa Terima Santunan dan 80 Gerobak Usaha dari BAZNAS Kab Tangerang 
Warga Brebes Ikuti Uji Coba Becak Listrik Program Bantuan Presiden Prabowo
267.380 Batang Rokok Ilegal Ditindak di Brebes, Satpol PP dan Bea Cukai Perketat Pengawasan
Operasi Pasar Murah Brebes Hari Ini, Beras dan Minyak Goreng Dijual Mulai Rp18 Ribu
Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:08 WIB

BKSDA Selamatkan Induk Dan Anak Orangutan Yang Terjerat di Kotim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Perbaikan Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes Senilai Rp6,3 Miliar Mulai Digarap, Warga Diminta Awasi Kualitas Proyek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Pemkab Brebes Siapkan Anggaran Rp270 Miliar untuk Atasi Banjir Sungai Babakan, Lelang Ditargetkan 28 Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Sebanyak 394 Yatim Duafa Terima Santunan dan 80 Gerobak Usaha dari BAZNAS Kab Tangerang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Warga Brebes Ikuti Uji Coba Becak Listrik Program Bantuan Presiden Prabowo

Berita Terbaru