Sawah Retak, Hati Terluka: Amuk Petani Tangerang di Depan kantor Dinas Pertanian 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tangerang, Dinamikanews.net – Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Gabungan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (GMKP) mengepung kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, Senin, 20 Oktober 2026. Memprotes lambannya penanganan kekeringan ekstrem selama tujuh bulan yang memicu gagal panen massal di 18 kecamatan.

Kemarahan massa memuncak bukan sekadar karena alam yang tak bersahabat. Mereka merasa ditinggalkan. Koordinasi aksi, Alamsyah menuding Dinas Pertanian tidak peka, bahkan terkesan menutup mata terhadap derita di lapangan. Bukannya solusi nyata seperti sumur bor yang diperbanyak, petani justru merasa ‘ditantang’ saat mencoba menjalin dialog.

Kasi petani depan kantor Dinas Pertanian

“Kami hanya ingin diskusi mencari solusi terbaik, tapi Kadis malah seolah menantang kami untuk demo. Sikap seperti itu tidak menggambarkan seorang ASN yang melayani,” ujar Alam dengan nada bergetar. Ia menyayangkan sikap pejabat yang lebih memilih berkutat di ruang ber-AC atau rapat di Jakarta ketimbang turun ke pematang sawah.

Baca Juga :  BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Lakukan Kunjungan kepada Nasabah yang Sedang Sakit

Ironisnya, alasan kesibukan dengan jadwal padat menjadi dalih sulitnya menemui pemangku kebijakan. Bagi petani, tak ada gunanya perayaan megah jika perut rakyat di lumbung pangan justru keroncongan. Alam mendesak agar Kadis Pertanian meminta maaf dan segera meralat ucapannya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian, Ujang Sudiartono, berkilah bahwa pihaknya bukannya abai. Ia mengakui jadwal dinas memang sangat padat menjelang HUT Kabupaten.

Berdasarkan Data Unit Pelaksana Teknis Daerah Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (UPTD BPTPHP) Provinsi Banten. Bahwa per 16 Oktober 2026, kekeringan memang telah mengepung 56 desa dengan total luas lahan terdampak mencapai 756 hektar. Dari jumlah itu, 443 hektar dinyatakan puso alias gagal total.

Baca Juga :  Puskesmas Jatirokeh Brebes Tingkatkan Inovasi, Tenaga Kesehatan Diharapkan Memiliki Pemahaman Standar Pelayanan

Ujang mengklaim bantuan mulai disalurkan secara bertahap, termasuk bantuan benih padi dan pompa di beberapa titik seperti Tegal Kunir Kidul.

“Kami sudah menyiapkan upaya memberikan bantuan benih padi pengganti bagi petani yang puso yang 433 hektar berdasarkan data yang diterima dari Provinsi Banten,” katanya

Namun bagi massa aksi, bantuan itu terasa seperti tetesan air di padang pasir: terlalu sedikit dan terlambat datang. Mereka menuntut aksi nyata yang menyentuh seluruh wilayah terdampak, bukan sekadar seremoni panen di satu-dua lokasi saja. (Hil)

Berita Terkait

Tekan Polusi Udara, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Gelar Uji Emisi Massal di Depan DPRD
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla
BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan
Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km
Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT
Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Sawah Retak, Hati Terluka: Amuk Petani Tangerang di Depan kantor Dinas Pertanian 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Tekan Polusi Udara, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Gelar Uji Emisi Massal di Depan DPRD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:18 WIB

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km

Berita Terbaru