Momen Spektakuler Brebes Culture Festival Karnaval 2026, Guncang Jantung Kota Brebes 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) resmi menggelar Brebes Culture Festival 2026. Perayaan besar ini bukan sekadar karnaval semata, melainkan ruang apresiasi seni, budaya, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso dalam keterangan persnya pada Jumat (28/8/2026) menyampaikan, festival ini merupakan wujud nyata upaya pelestarian dan penguatan keberagaman budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Brebes maupun Nusantara.

“Brebes Culture Festival 2026 menjadi ruang kebanggaan bersama tempat di mana kita merayakan keberagaman, menjaga harmoni, sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif daerah. Tema yang kami angkat, ‘Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes’, mengandung pesan bahwa kita kaya akan perbedaan, dan perbedaan itulah yang menyatukan kita,” ujar Fajar.

Kegiatan akan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Parade dimulai dari depan Bebek Goreng Mas Budi, Jalan Jenderal Sudirman, bergerak menuju Panggung Kehormatan di Jalan Pangeran Diponegoro (depan Central Fashion Store Brebes), dan berakhir di Alun-alun Kabupaten Brebes. Warga dapat menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan secara gratis di sepanjang rute yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Siapa Pemimpin Pertama di Kota Tegal? Ini Jejak Sejarahnya

“Kami mengundang seluruh warga Brebes untuk hadir, menyaksikan, dan merayakan bersama. Namun demi kenyamanan dan keselamatan bersama, kami juga mengimbau agar warga tetap tertib, tidak berdiri di jalur parade, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Adi.

Sebanyak 125 kontingen dari berbagai kalangan siap memeriahkan festival ini dalam empat kategori unggulan: Festival Ogoh-ogoh (21 peserta), Festival Mobil Hias (23 peserta), Tari Kolosal (41 peserta), serta Costume Spectacular Carnival (40 peserta).

Selain pertunjukan yang memukau, panitia juga menyelenggarakan lomba fotografi dan videografi dengan total hadiah Rp15 juta, yang dikhususkan bagi warga Kabupaten Brebes. Ketentuan lengkap mekanisme lomba dapat dilihat pada postingan resmi akun media sosial Brebes Culture Festival 2026.

“Angka 125 kontingen ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Semua karya, tarian, kostum, hingga ogoh-ogoh yang ditampilkan mengangkat keberagaman budaya Nusantara yang dipadukan dengan karakter dan kearifan lokal Brebes persis sesuai tema yang kami usung,” ungkap Kepala Dinbudpar.

Baca Juga :  Wisata Alam Banten, ini 15 Rekomendasinya

Mengingat parade menggunakan sejumlah ruas jalan utama di pusat kota, Dinas Perhubungan bersama kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus mulai pukul 14.00 WIB hingga 01.00 WIB. Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diharapkan menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Fajar juga menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi warga yang ingin menyaksikan festival: datang lebih awal dan tetap tertib, ikuti arahan petugas di lokasi, tidak berdiri di jalur parade, jaga barang pribadi dan awasi anak-anak, jangan mengganggu jalannya peserta parade, pelihara kebersihan di sepanjang area penonton, serta utamakan keselamatan bersama.

“Festival ini untuk semua elemen masyarakat. Mari kita jaga bersama ketertiban, keamanan, dan kebersihan adalah bagian dari kebudayaan yang kita banggakan. Selamat merayakan kemerdekaan, selamat menikmati Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes!” tutup Fajar Adi Widiarso.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Sakub Kaligua Festival 2026 Meriah, Brebes Angkat Potensi Wisata, Budaya, dan Peternakan Lokal
Cerita Sejarah Asal-Usul Cirebon, Berawal dari Permukiman Nelayan hingga Menjadi Pusat Kesultanan Islam
Sedekah Laut Kali Sebrogan Desa Pengaradan Brebes, Nelayan Panjatkan Syukur atas Hasil Tangkapan
Sedekah Laut TPI Blok Sebrogan Pengaradan Brebes, Lestarikan Tradisi Nelayan
Pringsewu Lampung, Berawal dari Kampung Margakaya hingga Menjadi Kabupaten
Sejarah Gedung Sate Bandung: Ikon Bersejarah Peninggalan Belanda yang Menjadi Simbol Jawa Barat
Cerita Gunung Merapi: Gunung Api yang Menyimpan Sejuta Kisah, dari Legenda hingga Sejarah Erupsi
Jejak Syekh Maulana Maghribi, Ulama Penyebar Islam yang Makamnya Dikenal di Berbagai Daerah Jawa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Sakub Kaligua Festival 2026 Meriah, Brebes Angkat Potensi Wisata, Budaya, dan Peternakan Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Cerita Sejarah Asal-Usul Cirebon, Berawal dari Permukiman Nelayan hingga Menjadi Pusat Kesultanan Islam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Sedekah Laut Kali Sebrogan Desa Pengaradan Brebes, Nelayan Panjatkan Syukur atas Hasil Tangkapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Sedekah Laut TPI Blok Sebrogan Pengaradan Brebes, Lestarikan Tradisi Nelayan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pringsewu Lampung, Berawal dari Kampung Margakaya hingga Menjadi Kabupaten

Berita Terbaru