Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dinamikanews.net – Sepekan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak. Hingga 20 Agustus 2026, tim Kementerian PU telah memeriksa puluhan titik longsoran dan jembatan di sejumlah ruas jalan nasional, sekaligus melakukan pembersihan, pengamanan, dan menyiapkan penanganan permanen pada lokasi yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan pendataan awal Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, tercatat 94 titik jalan dan jembatan rusak akibat gempa, terdiri dari 75 titik longsoran, tiga titik amblas, serta 16 jembatan dan duiker. Dari jumlah tersebut, Tim Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Direktorat Jenderal Bina Marga telah melakukan pemeriksaan lapangan pada 34 titik longsoran dan sembilan jembatan/duiker.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, sejak hari pertama terjadinya gempa, dirinya telah menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Menteri Dody.

Baca Juga :  DKKT Kab Tangerang Resmi Dilantik

Penanganan dilakukan secara bertahap. Pada lokasi longsoran yang mengganggu badan jalan, tim melakukan pembersihan material dan pengamanan agar kendaraan tetap dapat melintas. Sementara pada titik yang memiliki potensi longsor lanjutan atau mengalami kerusakan struktur, Kementerian PU menyiapkan penanganan lebih permanen.

Di ruas Ruteng–Reo–Kedindi, misalnya, material batuan yang menutup area jalan telah dibersihkan. Untuk mengantisipasi longsor susulan, penanganan lanjutan disiapkan melalui pemasangan rock bolt, wire mesh, dan rockfall barrier. Setelah penanganan darurat, lalu lintas pada lokasi tersebut tetap dapat berfungsi dua arah.

Penanganan juga dilakukan di ruas Ruteng–Km 210 dan Km 210–Batas Kabupaten Manggarai. Selain membersihkan material longsoran dan batuan, Kementerian PU memasang rambu peringatan, menutup retakan badan dan bahu jalan, membersihkan saluran, serta menyiapkan penguatan lereng menggunakan rock bolt dan jaring pengaman pada lokasi yang membutuhkan penanganan permanen.

Sementara di wilayah Ende, penanganan dilakukan pada sejumlah titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende, Batas Kota Ende–Detusoko, Junction–Wolowaru, serta Wolowaru–Lianunu. Pembersihan longsoran telah dilakukan, sementara bahu jalan yang terdampak diperkuat dan beberapa lokasi disiapkan untuk penanganan permanen berupa dinding penahan tanah, shotcrete, jaring aktif, maupun sistem drainase untuk mengendalikan aliran air dari lereng.

Baca Juga :  Pelayanan Publik Harus Hadir di Tengah Masyarakat Agar Lebih Mudah Dijangkau 

Kementerian PU memastikan kondisi 15 ruas jalan nasional yang terdampak gempa secara umum tetap fungsional. Arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan BBM, juga masih berjalan lancar.

Selain jalan, pemeriksaan juga dilakukan Kementerian PU pada jembatan terdampak seperti penanganan expansion joint, elastomer, abutment, dinding sayap, serta elemen pengaman sungai. Penanganan sementara dilakukan untuk mengamankan struktur dan area sekitar, sementara rehabilitasi permanen disiapkan agar jembatan dapat kembali berfungsi sesuai perencanaan.

Salah satunya Jembatan Nanga Roro di ruas Aegela–Batas Kota Ende. Hasil pemeriksaan ditemukan kerusakan pada sejumlah elemen jembatan, termasuk balok penahan gempa, fondasi yang mengalami gerusan, dinding penahan tanah, wingwall, dan expansion joint. Penanganan sementara dan rencana rehabilitasi permanen telah disiapkan Kementerian PU pada tahun ini.

Kementerian PU melalui BPJN NTT dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap infrastruktur terdampak, termasuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan lanjutan akibat gempa susulan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan akses masyarakat di wilayah Flores.

Berita Terkait

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Mendes Jelaskan Program Sehati Hingga Desa Ekspor ke Ratusan Kades asal Merangin
Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup
BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah, Jadi 100 Orang
Tinjau Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Tangerang Targetkan 1,38 Kilometer Rampung Akhir 2026
Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla
Desa Randusanga Kulon, Permata Pesisir Brebes, Sentra Rumput Laut Terbesar Jawa Tengah
Laporan Penanganan Kasus Perusakan Lahan Lamban, Warga Tegal Adukan Polres ke DPR RI

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Mendes Jelaskan Program Sehati Hingga Desa Ekspor ke Ratusan Kades asal Merangin

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:45 WIB

BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah, Jadi 100 Orang

Berita Terbaru

Nasional

Perkuat Dukungan DPD RI, Setjen Benahi Kelembagaan

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:05 WIB