Pasien Berpeluang Mendapat Layanan Jantung di Brebes, Pemkab Usulkan Revitalisasi RSUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamika news.net– Warga Brebes yang membutuhkan penanganan penyakit jantung dan penyakit serius lainnya diharapkan dapat memperoleh layanan medis lanjutan lebih dekat dari tempat tinggalnya. Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes mengusulkan revitalisasi RSUD Brebes melalui program Kementerian Kesehatan, termasuk pembangunan gedung layanan medis terpadu yang direncanakan mulai pada 2027.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau calon lokasi pembangunan gedung tersebut di halaman SD Negeri 1 Brebes, Selasa (13/10/2026). Pembangunan masih menunggu persetujuan pemerintah pusat, sementara Pemkab Brebes menyiapkan dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.

“Harapan saya, warga Brebes yang sakit berat tidak perlu lagi dirujuk jauh,” ujar Paramitha saat meninjau lokasi.

Bagi pasien dan keluarga, akses terhadap layanan medis lanjutan di daerah sendiri dapat membantu mengurangi kebutuhan perjalanan ke luar kota untuk mendapatkan penanganan tertentu. Selain menghemat waktu perjalanan, layanan yang lebih dekat juga berpotensi meringankan beban keluarga yang harus mendampingi pasien selama perawatan.

Dalam konsep awal, gedung yang disebut Central Medical Unit (CMU) atau pusat layanan medis terpadu itu direncanakan memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi. Fasilitas yang diusulkan meliputi ruang kateterisasi jantung (cathlab), tiga ruang operasi, ruang perawatan intensif bagi pasien dewasa, anak, dan bayi, ruang bersalin, layanan cuci darah, radiologi, serta instalasi gawat darurat.

Baca Juga :  Jakarta Dikepung Air Lagi: Sebanyak 51 RT yang Terendam, Cawang Paling 'Basah'!

Jika rencana tersebut disetujui dan fasilitasnya dapat beroperasi sesuai standar pelayanan, kemampuan RSUD Brebes dalam menangani berbagai kondisi medis diharapkan meningkat. Masyarakat pun berpeluang memperoleh lebih banyak pilihan layanan di daerah sendiri, meskipun kebutuhan rujukan tetap dapat terjadi sesuai kondisi dan kebutuhan medis pasien.

Brebes menjadi satu dari tiga daerah di Jawa Tengah yang masuk daftar calon penerima program revitalisasi rumah sakit daerah dari Kementerian Kesehatan. Dua daerah lainnya adalah Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus. Informasi tersebut tercantum dalam surat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan tertanggal 29 September 2026 mengenai pembahasan calon penerima bantuan revitalisasi rumah sakit milik pemerintah tahap lanjutan.

“Ini program Pak Presiden lewat Kementerian Kesehatan, dan Brebes masuk daftar calon penerimanya. Tugas kami menyiapkan syarat dari pusat dan memindahkan sekolah ke tempat yang layak,” kata Paramitha.

Program tersebut sejalan dengan rencana pemerintah pusat untuk membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah di Indonesia. Peningkatan kemampuan rumah sakit daerah diarahkan antara lain untuk memperkuat penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, dan ginjal, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga :  Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Transjawa Tol Lakukan Rekonstruksi di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Meski telah masuk daftar calon penerima, usulan revitalisasi RSUD Brebes belum diputuskan. Pemkab Brebes masih melengkapi dokumen persyaratan, termasuk surat usulan, sertifikat tanah, kerangka acuan kerja, dan data ketersediaan sumber daya manusia.

Lokasi pembangunan yang disiapkan berada di halaman SD Negeri 1 Brebes. Karena itu, Pemkab juga merencanakan pemindahan sekolah ke salah satu gedung milik pemerintah kabupaten. Bupati meminta agar proses tersebut memperhatikan kebutuhan peserta didik sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

“Anak-anak tetap belajar. Mohon doanya, semoga berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Brebes, rencana revitalisasi ini membawa harapan terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai. Namun, manfaat tersebut baru dapat dirasakan setelah usulan disetujui, pembangunan selesai, fasilitas siap digunakan, dan tenaga kesehatan yang dibutuhkan tersedia.

Karena pada akhirnya, peningkatan fasilitas rumah sakit bukan hanya tentang gedung dan peralatan medis, melainkan tentang semakin terbukanya akses masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai kebutuhan.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

DWP Brebes Ajak Keluarga Saling Menata Keharmonisan, Bersinergi, dan Bijak Mengelola Warisan
Tasyakuran Hari Jadi Tigaraksa ke-394: Merawat Ingatan, Memperkuat Persatuan
KPK Tahan Lima Orang Usai OTT BNPB
Pemekaran Brebes Selatan Kembali Disorot, DPRD Jateng Upayakan Paripurna Akhir Oktober 2026
Mentrans Iftitah Ajak Akademisi Peking University Kembangkan Kawasan Transmigrasi
Tanggul Darurat Rampung, Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan di Sumbar
Mendes Yandri Tekankan Pentingnya Pembangunan Terintegrasi
Hutama Karya Group Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Padang

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:55 WIB

DWP Brebes Ajak Keluarga Saling Menata Keharmonisan, Bersinergi, dan Bijak Mengelola Warisan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Pasien Berpeluang Mendapat Layanan Jantung di Brebes, Pemkab Usulkan Revitalisasi RSUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:04 WIB

Tasyakuran Hari Jadi Tigaraksa ke-394: Merawat Ingatan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Pemekaran Brebes Selatan Kembali Disorot, DPRD Jateng Upayakan Paripurna Akhir Oktober 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Mentrans Iftitah Ajak Akademisi Peking University Kembangkan Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru