Rupiah Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat 129 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.989 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen domestik yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap fiskal.

“Faktor domestik yang membantu rupiah adalah koordinasi BI dan pemerintah yang lebih kuat, kenaikan suku bunga acuan, daya tarik imbal hasil aset rupiah, serta data APBN Mei yang relatif lebih baik. Defisit APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) masih terkendali, keseimbangan primer surplus, dan pendapatan negara tumbuh cukup kuat,” katanya pada jumat (12/6).

Baca Juga :  FORBETA SALURKAN SANTUNAN ANAK YATIM: BERBAGI KASIH, MENEBAR KEBAHAGIAAN, MERAIH KEBERKAHAN

Menurut dia, langkah BI menaikkan suku bunga acuan memberikan bantalan terhadap rupiah.

Selain itu, penguatan data tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih tinggi mulai menarik kembali sebagian dana asing, terutama ke SRBI serta SBN tenor pendek dan menengah.

“Namun, pasar masih menunggu bukti bahwa disiplin fiskal tersebut bisa dipertahankan hingga akhir tahun, terutama karena belanja pemerintah biasanya meningkat pada semester kedua dan risiko subsidi energi masih besar,” ungkap Josua.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga tertahan kombinasi penguatan dolar AS, kehati-hatian pelaku pasar menjelang akhir pekan, dan masih tingginya ketidakpastian global.

Baca Juga :  Tampil dominan, Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria pada FIFA Series

“Berita dari Timur Tengah membuat dolar AS kembali diminati sebagai aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi AS. Selama dolar AS masih kuat dan harga minyak masih mudah bergejolak, rupiah tetap rentan meskipun BI sudah menaikkan suku bunga,” kata dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.921 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.981 per dolar AS.

Berita Terkait

Kemendikdasmen Terima Tambahan Rp28 Triliun Dukung Peralihan Guru PPPK
Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Beras Ilegal Senilai 27,3 Miliar — Mentan Amran: Ini Pekerjaan Para Mafia Beras
Kabut Asap Karhutla Meluas: Sumsel, Riai, Jambi Terimbas — 64 Pesawat Dikerahkan Padamkan Api
OTT ke-21, KPK Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara
Logo HUT Ke-394 Kabupaten Tangerang Resmi Diluncurkan 
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor
BMKG — Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan, Beberapa Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan, “33 Tahun Jadi Jaksa Tidak Pernah Bermasalah”  

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:21 WIB

Kemendikdasmen Terima Tambahan Rp28 Triliun Dukung Peralihan Guru PPPK

Selasa, 22 September 2026 - 15:16 WIB

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Beras Ilegal Senilai 27,3 Miliar — Mentan Amran: Ini Pekerjaan Para Mafia Beras

Selasa, 22 September 2026 - 06:34 WIB

Kabut Asap Karhutla Meluas: Sumsel, Riai, Jambi Terimbas — 64 Pesawat Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 21 September 2026 - 19:46 WIB

OTT ke-21, KPK Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 September 2026 - 14:52 WIB

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Berita Terbaru

Berita

OTT ke-21, KPK Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB