Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan sekitar 6.000 armada bus untuk mengangkut jamaah calon haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah Achmad Muslichuddin Tamdjiz mengatakan Kemenhaj telah menjalin kerja sama dengan 15 perusahaan transportasi. Mayoritas bus yang dipakai dalam layanan untuk jamaah adalah tipe bus besar.

“Ini kan layanan AKAP, antarkota perhajian. Tipe busnya Coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 sampai ada yang 51. Akan tetapi, kita membatasi (jumlah penumpang). Ada 15 perusahaan transportasi. Untuk armada estimasi sekitar 6000-an ya,” kata Achmad Muslih dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/4).

Saat musim haji, Pemerintah Indonesia biasanya menyiapkan tiga jenis bus. Pertama, Bus Antarkota Perhajian (AKAP) yang digunakan untuk mengangkut jamaah dari bandara ke hotel (Madinah/Makkah) dan sebaliknya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kedisiplinan, Polres Tegal Gelar Gaktibplin dan Gampol

Kedua, bus antar jemput (Makkah) yang sebelumnya dinamai Bus Shalawat, yakni layanan gratis 24 jam untuk jamaah dari penginapan ke Masjidil Haram. Ketiga, Bus Masyair yang khusus untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Muslih mengatakan Daerah Kerja Madinah mulai mempersiapkan diri menjelang kedatangan jamaah calon haji pada 22 April 2026.

Nantinya, petugas haji bagian transportasi akan menyiapkan beberapa dokumen, di antaranya form kedatangan yang berisi, di antaranya jumlah jamaah yang datang, asal embarkasi dan jumlah bus.

“Kemudian, masing-masing rombongan kita tulis datanya, dan tugas transportasi yang bertanggung jawab atas catatan tersebut,” ujarnya.

Adapun terkait alur pergerakan jamaah di Madinah, menurut Muslih, tidak terlalu rumit mengingat dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) ke hotel di Madinah tersebut jaraknya kurang lebih satu jam saja.

Baca Juga :  Haidar Alwi Ungkap Sejumlah Alasan Perpanjangan Usia Pensiun TNI dan Polri Layak Didukung

“Karena kita akan ada komunikasi tek-tok dengan pihak bandara, terutama transportasi bandara. Ketika jamaah tersebut sudah diberangkatkan dari bandara, diinformasikan ke kami di hotel Madinah, tentu kita akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan,” kata Muslih.

PPIH juga mengantisipasi seandainya terdapat jamaah yang tertinggal, baik di hotel maupun di lokasi-lokasi tertentu. Jika terdapat kejadian seperti jamaah tertinggal di kamar (hotel), ia memastikan timnya akan melakukan koordinasi dengan seksi akomodasi.

“Jika ada jamaah yang ketinggalan, kita akan siapkan kendaraan di luar bus, entah kendaraan operasional Daker atau minibus Coaster yang biasa digunakan teman-teman petugas,” kata Muslih.

Berita Terkait

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia
Tanpa Label Non-Halal, Penjual Masakan Babi Di Area Perumahan Medang Lestari Diduga Tidak Berizin.
Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern
DPP GANN Dukung Penuh Usulan Kepala BNN Dalam Pelaranggan VAPE Dengan Diperketatnya Dalam RUU Narkotika
Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono Anung Siapkan Pasukan Khusus
Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex naik per 18 April
Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet, Perkuat Pengendalian Banjir di Karawang dan Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:16 WIB

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 16:29 WIB

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum

Selasa, 21 April 2026 - 14:40 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia

Minggu, 19 April 2026 - 16:50 WIB

Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern

Minggu, 19 April 2026 - 15:42 WIB

DPP GANN Dukung Penuh Usulan Kepala BNN Dalam Pelaranggan VAPE Dengan Diperketatnya Dalam RUU Narkotika

Berita Terbaru