Dinamikanews.net |Peristiwa ambruknya atap rumah terjadi di Kampung Sentul, RT 02 RW 05, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada 12 Maret 2026. Hingga kini, pemilik rumah masih mengungsi karena bangunan tidak lagi layak huni dan belum ada kepastian bantuan.
Pemilik rumah, Nana Edi Suryana, mengaku terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan sejak kejadian tersebut.
“Rumah sudah tidak bisa ditempati lagi, kami terpaksa mengungsi,” ujarnya.
Pasca kejadian, pihak kelurahan bersama anggota DPRD, Imam Sucipto dari PKS, telah melakukan peninjauan ke lokasi.
Dari hasil tersebut, kelurahan disebut telah mengajukan proposal bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Namun hingga saat ini, realisasi bantuan tersebut belum jelas.
Sementara itu, bantuan sempat diberikan oleh Damkar Curug berupa sembako. Namun bantuan tersebut dinilai belum menyentuh kebutuhan utama korban, yakni perbaikan rumah.
Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, belum terlihat kehadiran langsung dari pihak kecamatan maupun kelurahan seperti camat, sekcam, maupun lurah untuk meninjau kondisi korban.
Kondisi ini memicu keprihatinan dari kalangan aktivis. Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mendesak Bupati Tangerang dan Gubernur Banten segera turun tangan.
“Ini menyangkut kepentingan masyarakat yang sedang dalam kondisi memprihatinkan. Pemerintah daerah harus segera hadir, jangan lambat,” tegas Mansyur, Ketua LPI DPW Banten.
Hingga kini, korban masih menunggu kepastian bantuan dari dinas terkait agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Ryan
















