BREBES, Dinamikanews.net– Kembali musibah menimpa infrastruktur vital di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes yang belum lama juga terjadi bencana tanah longsor. Jembatan Kalibuntu yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antara Dukuh Luwung dan Dukuh Kumambang dikabarkan ambruk total pada Jumat (03/04/2026). Akibatnya, akses mobilitas warga di kedua wilayah tersebut terputus sama sekali.
Menurut keterangan Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman, SH, peristiwa ambruknya jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 3 meter ini berlangsung cukup cepat. Awalnya, sekitar pukul 15.20 WIB, bagian sisi utara jembatan mulai runtuh dan menimbulkan lubang berdiameter sekitar 50 cm.
Kerusakan terus meluas seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya seluruh badan jembatan ambruk dan jatuh ke dalam aliran sungai tepat pada pukul 16.10 WIB.
Dua warga setempat yang menjadi saksi mata, Daryono (62) dan Khalip Bin Mubari (47), membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara bertahap namun tak terelakkan.
“Beberapa hari terakhir hujan terus turun dengan intensitas tinggi di wilayah ini. Air sungai Kalibuntu meluap deras dan menggerus bagian bawah jembatan. Awalnya hanya muncul lubang kecil, namun tak lama kemudian runtuh seluruhnya,” ungkap Daryono.
Dalam penilaiannya, Nur Rohman menyebut curah hujan tinggi menjadi pemicu utama bencana ini. Air bah yang meluap menyebabkan debit air meningkat drastis sehingga menggerus pondasi jembatan. Kondisi ini diperparah oleh struktur bangunan yang dinilai sudah lemah, di mana pondasinya diketahui sudah menggantung dan tidak lagi kokoh menahan beban.
Untungnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, meskipun kerugian materi diperkirakan mencapai total bangunan jembatan tersebut.
Menyikapi hal ini, pihak desa bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan warga setempat telah melakukan langkah antisipatif. Pemasangan tanda peringatan larangan melintas telah dipasang di kedua sisi akses.
Selain itu, upaya pembuatan jalur alternatif sementara pun sedang disiapkan agar aktivitas warga yang terputus, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari, tetap dapat berjalan meski dengan keterbatasan.
Pihak desa juga telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, S.T., melalui Sekdin Ismawan Nur Laksono, saat dihubungi melalui sambungan telepon menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melakukan pengecekan langsung di lokasi.
“Kami akan segera melakukan assessment bersama UPT DPU Wilayah Bumiayu dan BPBD untuk mengetahui tingkat kerusakan dan langkah penanganan yang diperlukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan darurat, sehingga akses masyarakat dapat segera dipulihkan.
(D. Miranoor)
















