Pernyataan Keliru Bupati Pekalongan Saat di OTT KPK Sedang Bersamanya, Gubernur Jateng Angkat Bicara!

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Dinamikanews.net – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku terkejut ketika namanya disebut-sebut oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq setelah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Fadia menyatakan bahwa saat kejadian OTT, dirinya sedang bersama Gubernur, sebuah pernyataan yang seperti melempar bola panas dan langsung memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Namun, klaim tersebut dengan tegas dibantah oleh Ahmad Luthfi. Dukungan klarifikasi juga datang dari pihak KPK melalui Deputi Penindakan dan Eksekusi Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers bersama wartawan.

“Saya malah baru tahunya pas Selasa Pagi dari media,” ujar Ahmad Luthfi pada Rabu siang, saat memberikan klarifikasi di Kantor Gubernur Jateng pada , Rabu 04/03/2026.

Luthfi memang mengakui bahwa Fadia datang ke kediamannya pada Senin (2/3) malam, namun bukan hanya berdua. Hadir juga Bupati Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga untuk membahas progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jelang Rakor MBG yang akan diadakan Selasa (3/3) siang di Pemprov Jateng. Rakor tersebut bahkan akan dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri sejumlah menteri penting seperti Mendikdasmen, Menteri PPPA, hingga Kepala BGN.

Baca Juga :  Aksi Nyata Warga Caringin: Bersatu dalam Gotong Royong, Wujudkan Desa Sehat dan bersih

“Senin malam itu saya ada acara buka bersama teman-teman Anshor. Setelah itu mereka bertiga datang melaporkan progres MBG. Bu Fadia juga minta izin tidak bisa mengikuti rakor besoknya bersama Pak Menteri. Setelah selesai, masing-masing pulang,” jelasnya menjelaskan kronologis pertemuan.

Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh kepala daerah dan wali kota di Jawa Tengah. Sebelumnya, Pemprov Jateng telah bekerja sama erat dengan KPK untuk pencegahan korupsi, termasuk memberikan pengarahan melalui Korsupgah KPK kepada kepala daerah hingga anggota DPRD. Bahkan pada peringatan Hari Korupsi Dunia, seluruh pejabat telah diperingatkan untuk tidak menyimpang dalam pengelolaan anggaran maupun proyek pembangunan.

Baca Juga :  Libur Idul Adha 2025 di Tangerang: Polisi Minta Orang Tua Ketatkan Pengawasan, Awas Tawuran & Geng Motor!

“Kita lakukan tindakan preventif karena korupsi bisa muncul dari kesempatan dan niat yang tidak baik. Pejabat publik harus jadi suri tauladan – ikan busuk itu berawal dari kepalanya,” tegas Luthfi. Ia juga menekankan larangan gaya hidup hedon dan flexing harta, menekankan pentingnya birokrasi yang sehat, bersih, dan sesuai aturan hukum.

Sementara itu, Asep Guntur Rahayu dari KPK membantah anggapan bahwa Fadia ditangkap bersama Gubernur Luthfi. “Selama kami di Posko, tidak ada informasi itu. Kami terus berkomunikasi dengan petugas di lapangan,” ujarnya.

Pernyataan Fadia yang menyebut sedang bersama Gubernur saat OTT sempat membuat masyarakat mengartikan bahwa keduanya tertangkap bersama. Namun, klarifikasi dari kedua pihak ini kini telah membuka tabir kesalahpahaman tersebut.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia
Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia
Tanpa Label Non-Halal, Penjual Masakan Babi Di Area Perumahan Medang Lestari Diduga Tidak Berizin.
Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern
DPP GANN Dukung Penuh Usulan Kepala BNN Dalam Pelaranggan VAPE Dengan Diperketatnya Dalam RUU Narkotika
Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono Anung Siapkan Pasukan Khusus
Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex naik per 18 April

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:16 WIB

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 16:29 WIB

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum

Selasa, 21 April 2026 - 14:40 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia

Senin, 20 April 2026 - 18:48 WIB

Tanpa Label Non-Halal, Penjual Masakan Babi Di Area Perumahan Medang Lestari Diduga Tidak Berizin.

Minggu, 19 April 2026 - 16:50 WIB

Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern

Berita Terbaru