Jakarta, Dinamikanews.net – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya orang tua membangun kedekatan dengan anak, agar anak tidak canggung untuk menceritakan kesehariannya maupun keresahannya kepada orang tua.
“Anak-anak itu butuh untuk didengar. Ini banyak sekali kita melihat bahwa anak-anak kita sekarang tidak punya tempat untuk curhat (berkeluh kesah),” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi saat konferensi pers Hari Anak Nasional di Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan itu pihaknya mengungkapkan telah dilakukannya survei terhadap 20 ribu anak di Jawa Tengah.
“Di survei itu, ada satu pertanyaan begini, kalau kalian ada masalah, kalian curhatnya ke siapa?” katanya.
Hasilnya, 20 persen responden menjawab mereka berkeluh kesah kepada orang tua. Sementara 80 persen responden memilih berkeluh kesah kepada teman.
“Ada pertanyaan besar di hati saya khususnya. Ada apa dengan keluarga mereka, ada apa dengan rumah mereka sehingga mereka tidak bisa curhat atau tidak punya waktu, kesempatan untuk curhat kepada orang tuanya sehingga mereka memilih curhat kepada temannya,” kata Arifah Fauzi.
Pihaknya pun berharap peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada tanggal 23 Juli mendatang.
Namun demikian, peringatan Hari Anak Nasional 2026 akan dilakukan secara desentralisasi untuk lebih mendekatkan anak-anak di seluruh wilayah Indonesia.
Pemda-pemda nantinya akan mengadakan peringatan Hari Anak Nasional di masing-masing daerah.
“Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai tingkat desa kami dorong untuk melakukan peringatan Hari Anak Nasional. Jadi membahagiakan anak-anak, mendekatkan semua pemangku kepentingan untuk lebih punya perhatian khusus kepada anak-anak kita,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.















