Lapo Tuak Bukan Sekadar Tempat Kumpul, Tetapi Ruang Edukasi dan Silaturahmi

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapo tuak sering dipandang hanya sebagai tempat berkumpul untuk melepas penat.

Padahal, lebih dari itu, lapo tuak memiliki nilai sosial yang kuat sebagai ruang diskusi,
berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antar sesama.

Secara budaya, tradisi ini telah lama hidup dalam masyarakat Batak di wilayah
Sumatera Utara. Di tempat sederhana inilah percakapan bermakna sering lahir—membahas
adat, keluarga, pekerjaan, hingga persoalan sosial. Nilai kebersamaan dan rasa saling
menghormati menjadi fondasi utama dalam setiap pertemuan.

Baca Juga :  Kampung Kadu, Tangerang Memiliki Potensi Lokal yang Perlu Diperhatikan

Menurut Abang Sinaga, salah satu tokoh masyarakat, lapo tuak memiliki makna yang
lebih dalam dari sekadar tempat minum.

“Lapo tuak itu bukan hanya tempat duduk dan minum bersama. Di situlah kita belajar
menghargai pendapat orang lain, mendengar nasihat orang tua, dan mempererat persaudaraan.
Kalau dimaknai dengan baik, lapo tuak adalah sekolah kehidupan.”

Edukasi tidak selalu hadir di ruang formal. Justru dalam suasana santai dan penuh
keakraban, banyak pelajaran hidup yang tersampaikan secara alami. Generasi muda
dapat menyerap nilai tanggung jawab, etika berbicara, serta pentingnya menjaga persatuan.

Baca Juga :  Warga Rasakan Manfaat Paving Blok di Desa Palasari

Dengan sikap bijak dan saling menghargai, lapo tuak dapat terus menjadi ruang
silaturahmi yang sehat dan membangun, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah
mengakar kuat di tengah masyarakat.

 

Berita Terkait

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa Indonesia
Si Pitung, Legenda Pejuang Betawi yang Tetap Hidup dalam Ingatan
Cikal Bakal Brebes, Dikenal Sejak Dulu Sebagai “Kota Bawang Merah”
Asal Usul Pulau Nusakambangan: Legenda dan Sejarah yang Menyimpan Misteri
Jejak Cerita Desa Randusanga Kulon, Dari Bekas Musyawarah Walisongo Hingga Sentra Rumput Laut
Jejak Sejarah Losari, Dari Pelabuhan Kuno Hingga Wilayah Penyebaran Islam di Brebes
Jejak Sejarah Brebes : Dari Wilayah Perbatasan Hingga Menjadi Kabupaten Yang Berkarakter
Sejarah Gunung Kumbang — Jejak Alam dan Warisan yang Tak Terpisahkan dari Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa Indonesia

Senin, 14 September 2026 - 04:54 WIB

Si Pitung, Legenda Pejuang Betawi yang Tetap Hidup dalam Ingatan

Jumat, 11 September 2026 - 06:19 WIB

Cikal Bakal Brebes, Dikenal Sejak Dulu Sebagai “Kota Bawang Merah”

Kamis, 10 September 2026 - 05:00 WIB

Asal Usul Pulau Nusakambangan: Legenda dan Sejarah yang Menyimpan Misteri

Kamis, 3 September 2026 - 14:52 WIB

Jejak Cerita Desa Randusanga Kulon, Dari Bekas Musyawarah Walisongo Hingga Sentra Rumput Laut

Berita Terbaru

Berita

Bupati Tangerang Buka Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:06 WIB