Kurs Hancur: Ekonomi Katanya Tumbuh, Tapi Rupiah Malah Lumpuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – “17.556 per dolar Amerika Serikat.” Rupiah menyentuh titik yang bahkan dahulu hanya dibicarakan dengan nada cemas di ruang-ruang krisis. Ironisnya, di saat mata uang tersungkur, negara justru semakin fasih berpidato tentang “pertumbuhan ekonomi 5,61%”.

Angka diumumkan dengan penuh kebanggaan, seolah statistik mampu menghapus kenyataan bahwa daya beli melemah, harga kebutuhan naik, industri lesu, dan masyarakat semakin akrab dengan kecemasan hidup.

Pertanyaannya sederhana :

jika ekonomi benar-benar sekuat itu, mengapa rupiah terus kehilangan harga dirinya?

Baca Juga :  BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi Transaksi Pelaku Usaha

Pemerintah terlalu nyaman memimpin dengan narasi. Seolah persepsi lebih penting daripada fondasi. Seolah pasar bisa diyakinkan dengan konferensi pers dan kalimat normatif.

Padahal ekonomi bukan panggung retorika.

Pasar tidak percaya pada slogan.
Investor tidak membaca baliho
Seolah-olah angka pertumbuhan dapat dimakan bersama nasi.

Menyalahkan faktor global juga tidak cukup. Dunia memang sedang tidak baik-baik saja, tetapi negara yang sehat seharusnya memiliki daya tahan, bukan cuma alasan. Sebab ketahanan ekonomi dibangun dari produksi yang kuat, industri yang hidup, pangan yang mandiri, dan kebijakan yang berdasar pada realitas – bukan pada kebutuhan menjaga citra kekuasaan.

Baca Juga :  PLN Siap Wujudkan Akses Listrik Berkeadilan hingga Pelosok Negeri

Dan hari ini, ketika rupiah menyentuh level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dibutuhkan bangsa ini bukan lagi narasi bahwa “semua baik-baik saja.”

Melainkan keberanian untuk mengakui: bahwa ada persoalan serius yang harus dibenahi bersama, dengan strategi yang nyata, transparan, dan berpihak pada ketahanan ekonomi jangka panjang – bukan lagi kemenangan angka di atas

Berita Terkait

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT
Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa
UIN Jakarta Didaulat Sebagai Kampus Pendukung Zakat Terbaik
Warga Margadana Kota Tegal Tegal Nikmati Diskon PBB Lebih dari 50%, Apakah Pemda Brebes Bisa Demikian?!
HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur
Lukisan Manusia Purba Terancam Rusak Dampak Karhutla di Sulsel
Krisis Air Bersih di Paguyangan Brebes, Kejari dan ASLINMAS Salurkan 50 Ribu Liter Air untuk Warga Taraban

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:40 WIB

UIN Jakarta Didaulat Sebagai Kampus Pendukung Zakat Terbaik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur

Berita Terbaru